Yogyakarta, Voicejogja.com – Antrean para tukang becak, kusir andong, hingga pengemudi transportasi daring terlihat sejak siang di kawasan Bakpia Pathok 25 Eks Tegel Kunci, Yogyakarta. Di tengah suasana Ramadan, mereka datang dengan harapan sederhana: mendapatkan bagian dari zakat Bakpia Pathok 25 tahun 2026.
Kegiatan sosial ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dan para pekerja transportasi yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan kota Jogja.

Rmpat Hari Pembagian Zakat Ramadan
Program pembagian zakat Ramadan 2026 dari Bakpia Pathok 25 berlangsung selama empat hari, mulai Senin, 9 Maret 2026 hingga Kamis, 12 Maret 2026.
Setiap hari, pembagian dilakukan pada pukul 13.00 WIB hingga menjelang adzan Maghrib. Lokasi kegiatan dipusatkan di area Bakpia Pathok 25 Eks Tegel Kunci.
Penerima zakat tahun ini difokuskan kepada para pekerja transportasi, mulai dari tukang becak, kusir andong, sopir rental, hingga pengemudi taksi.
Kelompok ini dipilih karena memiliki peran penting dalam mobilitas warga dan wisatawan di Yogyakarta.
PMI Kota Yogyakarta Siaga di Lokasi
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman, PMI Kota Yogyakarta menurunkan personel yang bersiaga di lokasi.
Relawan PMI membantu memantau kondisi kesehatan warga yang mengantre, terutama karena kegiatan berlangsung di siang hari selama bulan Ramadan.
Samsul, salah satu personel PMI yang bertugas di lapangan, menyebut situasi hari pertama masih terkendali.
“Dari pagi sampai siang ini alhamdulillah lancar. Memang ada satu-dua orang yang staminanya turun karena kelelahan, tapi masih bisa tertangani dengan baik oleh tim medis di lapangan,” ujar Samsul.
Kehadiran relawan kesehatan ini menjadi langkah penting agar kegiatan sosial tetap berlangsung tertib dan aman bagi para penerima manfaat.

Menjaga Stamina saat Mengantre
Antrean panjang menjadi pemandangan yang tak terhindarkan dalam kegiatan pembagian zakat. Karena itu, petugas kesehatan mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi fisik.
Istirahat yang cukup pada malam hari dan asupan gizi saat sahur menjadi faktor penting bagi warga yang menjalankan puasa.
Bagi warga yang tidak berpuasa, petugas juga menyarankan untuk tetap sarapan sebelum datang ke lokasi agar tidak mudah lemas saat menunggu giliran.
Langkah sederhana ini dinilai dapat mencegah warga mengalami kelelahan atau penurunan stamina selama mengantre.
Imbauan untuk Ke;lancaran Kegiatan
Panitia juga mengingatkan peserta agar datang lebih awal untuk menghindari penumpukan massa.
Warga yang hendak menerima zakat diimbau sudah berada di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB.
Selain itu, penerima diminta membawa dokumen identitas seperti KTP, SIM, serta aplikasi bagi pengemudi transportasi online.
Imbauan lain yang disampaikan adalah datang secara berboncengan guna membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Di tengah dinamika kota yang terus bergerak, kegiatan seperti ini menunjukkan bagaimana tradisi zakat Ramadan di Yogyakarta tetap menjadi jembatan solidaritas antara dunia usaha dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada roda ekonomi kota.(Oi)














