Scroll untuk baca artikel
DaerahFavorite

YKI DIY Resmi, Kulon Progo Dipimpin Nuraini Mufida

×

YKI DIY Resmi, Kulon Progo Dipimpin Nuraini Mufida

Sebarkan artikel ini

Kolaborasi lintas sektor diharapkan hadir lebih dekat dengan warga

YKI DIY dikukuhkan, Kulon Progo perkuat deteksi dini kanker dan literasi kesehatan berbasis komunitas untuk warga.
YKI DIY dikukuhkan, Kulon Progo perkuat deteksi dini kanker dan literasi kesehatan berbasis komunitas untuk warga. foto: Dok Kulonprogokab.go.id

Kulon Progo, Voicejogja.com Di tengah kekhawatiran banyak keluarga terhadap risiko kanker yang sering datang tanpa gejala awal, penguatan gerakan deteksi dini dan literasi kesehatan menjadi kebutuhan yang terasa makin dekat. Dari ruang-ruang komunitas hingga layanan kesehatan, harapan itu kini diperkuat lewat kepengurusan baru Yayasan Kanker Indonesia di Yogyakarta.

Di Bangsal Pracimosono, Kompleks Pemerintah Daerah DIY, suasana khidmat menyertai pengukuhan serentak pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) kabupaten/kota se-DIY. Kulon Progo menjadi salah satu wilayah yang menguatkan langkahnya, dengan Nuraini Mufida dipercaya memimpin YKI setempat untuk masa bakti 2026–2031.

Amanah Kemanusiaan di Tengah Tantangan Nyata

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua YKI Cabang Koordinator DIY, GKR Hemas, yang menegaskan bahwa perjalanan panjang YKI selama 39 tahun bukan sekadar catatan dedikasi, tetapi juga pengingat akan tantangan yang belum selesai.

Ia menyoroti kondisi pasien yang kerap datang terlambat serta hambatan dalam melanjutkan pengobatan. Situasi ini, menurutnya, menuntut kerja yang lebih terarah dan terukur dari para pengurus baru.

“Amanah ini bukanlah tugas yang ringan, melainkan panggilan kemanusiaan yang membutuhkan komitmen, ketulusan, dan kerja bersama,” ujar GKR Hemas.

Dorongan untuk memperluas jejaring juga mengemuka. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga filantropi lokal dipandang penting agar layanan dan edukasi bisa menjangkau lebih banyak warga.

Arah Baru Literasi dan Deteksi Dini

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut hadir memberikan arahan menekankan pentingnya memperkuat literasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Ia juga mendorong pendekatan deteksi dini yang lebih inklusif, berbasis komunitas dan budaya lokal.

Menurut Sultan, peran YKI tidak hanya berhenti pada pendampingan pasien, tetapi juga membangun kesadaran publik agar masyarakat lebih peka terhadap gejala awal dan langkah pencegahan.

Pendekatan lintas sektor menjadi kunci, menghubungkan pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, hingga masyarakat dalam satu gerakan bersama.

Kulon Progo Menyusun Langkah Lebih Dekat ke Warga

Bagi Kulon Progo, kepengurusan baru ini membawa harapan agar gerakan pencegahan dan penanggulangan kanker bisa lebih terasa di tingkat warga. Nuraini Mufida menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.

Upaya deteksi dini menjadi fokus, seiring kebutuhan untuk menekan risiko keterlambatan penanganan yang selama ini masih sering terjadi.

“Kolaborasi lintas sektor perlu digencarkan guna menggugah kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanganan kanker di Kulon Progo,” ujarnya.

Susunan pengurus baru juga telah ditetapkan, mencakup bidang organisasi, pelayanan sosial, pendidikan dan penyuluhan, ilmiah, hingga umum, menandai kesiapan YKI Kulon Progo untuk bergerak lebih sistematis.

Menjaga Harapan, Menguatkan Masa Depan

Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, lebih peka, dan lebih berdampak.

Di Yogyakarta, di mana komunitas menjadi kekuatan utama, gerakan seperti YKI membawa harapan agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, dimulai dari kesadaran, kepedulian, dan langkah kecil yang dilakukan bersama.(Oi)

Sumber: Kulonprogokab.go.id