Scroll untuk baca artikel
DaerahEkonomiFavorite

Wakil Wali Kota Jogja Dorong Anak Muda Ciptakan Peluang Ekonomi

×

Wakil Wali Kota Jogja Dorong Anak Muda Ciptakan Peluang Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Kolaborasi, inovasi, dan keberanian dinilai jadi kunci masa depan ekonomi Kota Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta dorong anak muda ciptakan peluang ekonomi lewat inovasi, kolaborasi, dan penguatan UMKM di Jogja.
Wakil Wali Kota Yogyakarta dorong anak muda ciptakan peluang ekonomi lewat inovasi, kolaborasi, dan penguatan UMKM di Jogja. foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin digital, anak muda di Yogyakarta didorong untuk tidak hanya sibuk mencari pekerjaan, tetapi juga mulai berani menciptakan peluang ekonomi baru. Ruang-ruang kolaborasi dinilai menjadi penting agar kreativitas generasi muda tidak berhenti sebagai ide, melainkan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kota.

Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Politik Kepemimpinan Eksekutif bertema Membangun Kemandirian Ekonomi melalui Inovasi dan Integritas Pemuda di Aula DPRD DIY, Kamis (7/5/2026).

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Jogja

Wawan menegaskan, struktur ekonomi Kota Yogyakarta memiliki karakter berbeda dibanding daerah industri besar. Menurutnya, denyut ekonomi Jogja justru hidup dari kekuatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Di Jogja tidak ada pabrik besar, tetapi yang menyokong ekonomi adalah UMKM. Bahkan saat pandemi Covid-19, ekonomi kita masih bisa bertahan. Semangat kolaborasi 5K melalui program Gandeng Gendong benar-benar nyata dilakukan di Kota Yogyakarta,” katanya.

Ia menyebut tantangan berikutnya adalah memastikan UMKM mampu berkembang sesuai kebutuhan pasar dan tidak berhenti hanya sebagai usaha kecil yang berjalan rutin.

“Bagaimana UMKM yang sudah ada itu kita dorong untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan pasar, dan juga bagaimana menciptakan pasar. Selain itu, UMKM juga jangan hanya menjadi grandpreneur, tetapi harus menjadi entrepreneur yang mampu mandiri, inovatif, dan terus berkembang,” ujarnya.

Anak Muda Diminta Berani Ciptakan Peluang

Dalam forum tersebut, Wawan juga menyinggung persoalan pengangguran di Kota Yogyakarta yang saat ini tercatat sekitar 2.336 orang. Menurutnya, persoalan itu tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.

Ia menilai anak muda memiliki keunggulan dalam teknologi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan digital yang cepat.

“Anak-anak muda harus ikut berperan, bisa menciptakan peluang. Sekarang zaman sudah berubah. Anak muda juga bisa mengajari orang tua terutama dalam hal teknologi dan digitalisasi. Jadi kita bisa saling belajar, saling kolaborasi untuk menciptakan inovasi yang berdampak,” ungkapnya.

Bagi Jogja yang dikenal sebagai kota pendidikan dan ekonomi kreatif, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi penentu penting arah pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Pengalaman Lapangan Dinilai Lebih Membentuk

Selain kemampuan akademik, Wawan menekankan pentingnya pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, karakter kepemimpinan dan mental kewirausahaan justru terbentuk ketika seseorang menghadapi tantangan nyata.

“Jangan hanya pintar secara teoritis, harus berani eksekusi di lapangan. Pengalaman itulah yang akan membentuk kita. Apalagi ketika dilanda krisis, dari situ ditempa. Siapa yang bisa bertahan dan bangkit, merekalah yang akan sukses,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Israboy, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat literasi ekonomi mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM bukan hanya urusan bisnis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi daerah.

“Harapannya setelah mengikuti materi ini teman-teman lebih mengetahui bagaimana literasi ekonomi, khususnya mahasiswa. Ke depan kami berharap HMI Cabang Yogyakarta bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menumbuhkan UMKM dan pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta,” terangnya.

Penutup

Di tengah persaingan global dan perubahan pola kerja, Jogja tidak hanya membutuhkan generasi muda yang cerdas secara akademik, tetapi juga berani berinovasi dan membangun peluang bersama. Dari ruang diskusi seperti inilah, arah masa depan ekonomi kota perlahan dibentuk—lebih kolaboratif, kreatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.(Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id