Vatikan, Voicejogja.com – Di tengah arus informasi global yang kerap terasa jauh, hadirnya Bahasa Indonesia di Vatican News membawa sesuatu yang lebih dekat bagi umat. Kata-kata yang selama ini terdengar asing, kini hadir dalam bahasa ibu, lebih mudah dipahami, lebih terasa maknanya.
Bagi banyak umat Katolik di Indonesia, ini bukan sekadar perubahan bahasa, tetapi cara baru merasakan kedekatan dengan Gereja universal.
Tonggak Baru di Ruang Komunikasi Global
Takhta Suci Vatikan resmi menetapkan penggunaan Bahasa Indonesia dalam platform Vatican News.
Penetapan ini ditandai melalui kerja sama antara Dikasteri untuk Komunikasi dan Konferensi Waligereja Indonesia yang ditandatangani di Vatikan.
Bahasa Indonesia kini menjadi bahasa ke-57 yang digunakan secara resmi, memperluas jangkauan komunikasi Gereja kepada umat di Indonesia dan kawasan sekitarnya.
Bahasa Ibu dan Kedekatan Umat
Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar kesepakatan administratif.
“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi sekaligus pengakuan terhadap identitas nasional Indonesia. Kehadiran Bahasa Indonesia di Vatican News akan menjadi jembatan iman yang semakin kuat,” ujarnya.
Melalui layanan ini, umat dapat mengakses informasi resmi Gereja, termasuk pesan Paus, dalam bahasa yang mereka pahami sejak awal kehidupan.
Komunikasi Inklusif di Era Digital
Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, menekankan pentingnya bahasa ibu dalam membangun komunikasi publik yang inklusif.
“Berbicara dalam bahasa ibu adalah cara terbaik untuk melayani umat,” ungkapnya.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana institusi global beradaptasi dengan kebutuhan umat, sekaligus menempatkan manusia sebagai pusat komunikasi.
Perjalanan Panjang dan Peluang Baru
Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyebut momen ini sebagai hasil proses panjang sejak 2022.
Ia melihat peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam komunikasi, tetapi juga budaya dan diplomasi.
Gagasan penggunaan Bahasa Indonesia sendiri berawal dari usulan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia yang kemudian berkembang hingga terealisasi.
Makna bagi Indonesia dan Jogja
Bagi Indonesia, langkah ini memperkuat posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang semakin diakui secara global.
Di Jogja (yang dikenal sebagai kota pendidikan dan ruang tumbuhnya keberagaman) perkembangan ini menjadi pengingat bahwa bahasa adalah jembatan penting dalam merawat nilai, iman, dan kebudayaan.
Kedekatan yang terbangun melalui bahasa bukan hanya soal informasi, tetapi juga tentang rasa memiliki dalam komunitas yang lebih luas.(Oi)
Sumber: Infopublik.id














