Scroll untuk baca artikel
FavoriteLifestylePendidikan

Usia Senja Tak Menghalangi Belajar: Lansia Manggung Ikuti Sekolah GINASTEL ke-11

×

Usia Senja Tak Menghalangi Belajar: Lansia Manggung Ikuti Sekolah GINASTEL ke-11

Sebarkan artikel ini
Sekolah Lansia GINASTEL ke-11 di Dusun Manggung menjadi ruang belajar sehat dan bermartabat bagi lansia, menegaskan semangat belajar sepanjang hayat. foto: Istimewa

Bantul, VoiceJogja.com – Usia senja tak menyurutkan hasrat belajar warga Dusun Manggung, Wukirsari. Puluhan simbah kakung dan simbah putri justru memulai babak baru kehidupan melalui Sekolah Lansia GINASTEL, ruang belajar yang menegaskan bahwa merawat kesehatan dan martabat hidup bisa dimulai kapan saja.

Sore itu, Gedung Serba Guna Lapangan Demi dipenuhi suasana akrab dan penuh senyum. Sekitar 90 lansia dari Dusun Manggung resmi memulai kegiatan Sekolah Lansia GINASTEL (Gigi Sehat, Badan Kuat dengan Sekolah Terpadu Lansia) ke-11 yang diberi nama Rukun Wreda.

Sebuah nama yang merepresentasikan kebersamaan sekaligus harapan agar usia lanjut tetap dijalani dengan rukun dan bermakna.

Foto: Istimewa

Sekolah lansia ini bukan sekadar forum pertemuan, melainkan ruang persiapan agar para peserta mampu menjalani masa tua secara sehat dan mandiri.

Di sini, lansia diposisikan sebagai subjek pembelajaran (bukan penerima bantuan semata) yang berhak tumbuh, memahami tubuhnya, dan tetap produktif dalam lingkungannya.

Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, SE, menyuntikkan semangat melalui tantangan yang disambut antusias para peserta. Lansia yang tekun mengikuti rangkaian pembelajaran akan memperoleh pengakuan resmi berupa wisuda S1 (Standar 1) dari Pemerintah Daerah Bantul pada Desember 2026.

Tepuk tangan riuh pun mengiringi pernyataan tersebut, menjadi penanda bahwa proses belajar di usia senja layak dirayakan.

Sejak awal kegiatan, pendekatan kesehatan diterapkan secara praktis. Para simbah menjalani pemeriksaan dasar oleh kader Dusun Manggung, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga pengukuran lingkar perut sebagai langkah deteksi dini penyakit kronis. Upaya sederhana ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup lansia.

Materi inti disampaikan oleh drg. Prasasti Bintarum, founder GINASTEL sekaligus praktisi dari Puskesmas Imogiri 1. Dengan gaya tutur ringan dan humoris, ia mengajak peserta memahami Sindrom Geriatri tanpa rasa canggung. Materi medis yang kerap terasa rumit diubah menjadi percakapan yang membumi dan mudah dipahami.

Keceriaan berlanjut saat sesi senam dimulai. Musik mengiringi gerakan senam otak dan senam anti stroke yang dirancang untuk menjaga kelenturan saraf dan kebugaran fisik. Gerakan sederhana itu tak hanya melatih tubuh, tetapi juga menghadirkan tawa dan rasa percaya diri di antara para peserta.

Foto: istimewa

Menjelang pulang, para lansia membawa “pekerjaan rumah” yang sarat makna. Prinsip 3B (bersyukur, bahagia, dan bergerak) menjadi bekal yang diminta untuk dipraktikkan dalam keseharian hingga pertemuan berikutnya. Sebuah pengingat bahwa kesehatan bukan hanya urusan fisik, tetapi juga sikap batin.

Hadirnya Sekolah Lansia GINASTEL di Manggung menegaskan bahwa belajar adalah proses seumur hidup. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana komunitas lokal di Bantul merawat para lansia dengan pendekatan yang bermartabat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas hidup.

Di ruang sederhana ini, para simbah kembali menemukan semangat untuk terus tumbuh—demi diri mereka sendiri dan lingkungan yang mereka cintai.