Scroll untuk baca artikel
DaerahEkonomiFavoritePemerintah

Tujuh Ikan Alligator Dimusnahkan, Bantul Jaga Ekosistem

×

Tujuh Ikan Alligator Dimusnahkan, Bantul Jaga Ekosistem

Sebarkan artikel ini

Langkah tegas cegah ancaman spesies invasif di perairan darat.

Tujuh ikan alligator dimusnahkan di Bantul untuk cegah spesies invasif dan jaga kelestarian ekosistem perairan darat. Foto: Dok Bantulkab.go.id

Bantul, VoiceJogja.com – Di balik tenangnya kolam dan sungai Bantul, ada ancaman yang tak selalu terlihat. Ikan alligator (spesies asing invasif) dapat memangsa ikan lokal dan mengganggu keseimbangan ekosistem jika terlepas ke perairan umum.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap sumber daya ikan lokal, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul memusnahkan tujuh ikan alligator hasil pengawasan Semester II Tahun 2025. Langkah ini menjadi penegasan bahwa kelestarian perairan adalah kepentingan bersama warga Bantul.

Pengawasan Sejak Semester Kedua 2025

Pengamanan dilakukan melalui rangkaian pengawasan sejak Juli hingga Desember 2025. Ikan alligator yang ditemukan dinilai berpotensi membahayakan ekosistem perairan umum daratan.

Pemusnahan dilaksanakan di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Barongan, Ngentak, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis. Proses dilakukan dengan menuangkan minyak cengkeh ke kolam berisi tujuh ikan hasil pengamanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Istriyani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mencegah penyebaran dan perkembangan spesies asing invasif di perairan darat.

“Selain itu, Pemusnahan Ikan Asing Invasif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko pelepasliaran spesies asing invasif, serta terlaksananya penegakan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan secara tertib dan akuntabel,” ujarnya.

Edukasi dan Kesadaran Publik

Pengawasan dilakukan melalui patroli lapangan, monitoring toko ikan hias, pemantauan peredaran melalui media sosial, serta penelusuran informasi dari masyarakat.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengendalian spesies invasif bukan hanya urusan teknis, tetapi juga soal kesadaran publik. Pelepasliaran ikan eksotik tanpa pemahaman risiko dapat berdampak panjang terhadap keberlanjutan ekosistem.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengapresiasi jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan serta pihak terkait atas upaya pengawasan dan pengamanan tersebut.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam memelihara ikan eksotik. Jangan sampai karena ketidaktahuan atau kelalaian, ikan-ikan tersebut dilepasliarkan ke perairan umum dan menimbulkan kerusakan jangka panjang,” ujarnya.

Menjaga Masa Depan Perairan Bantul

Perairan darat di Bantul bukan sekadar ruang hidup ikan, tetapi juga penopang ekonomi dan keseimbangan lingkungan. Keberadaan spesies asing invasif seperti ikan alligator dapat mengancam ikan lokal dan rantai ekosistem.

Langkah pemusnahan ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam memerlukan ketegasan sekaligus partisipasi warga. Dari kolam kecil hingga sungai besar, kelestarian perairan Bantul adalah warisan yang perlu dirawat bersama.(Oi)

Sumber: Bantulkab.go.id