Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteLifestyleOlahraga

Timnas Basket Kursi Roda Putra Siap Bangkit Lawan Malaysia di Asean Para Games 2025

×

Timnas Basket Kursi Roda Putra Siap Bangkit Lawan Malaysia di Asean Para Games 2025

Sebarkan artikel ini
Timnas basket kursi roda putra Indonesia siap bangkit lawan Malaysia di Asean Para Games 2025 setelah kalah dari Thailand, fokus raih medali perunggu. foto: Andra/Kemenpora.go.id

Thailand, VoiceJogja.com – Kegigihan menjadi kata kunci bagi tim basket kursi roda putra Indonesia di Asean Para Games 2025. Meski kalah dari tuan rumah Thailand, semangat Danu Koswantoro dan kawan-kawan tetap menyala, menatap laga perebutan juara tiga melawan Malaysia dengan optimisme tinggi.

Semangat pantang menyerah tim basket kursi roda putra Indonesia kembali diuji di Hall lantai 4 Terminal 21, Nakhon Ratchasima, Thailand. Pada laga semifinal Asean Para Games 2025, timnas harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor 5-14, setelah sebelumnya menghadapi kekalahan lain di babak penyisihan.

Pelatih Salim Nurjadin menegaskan bahwa fokus tim kini tertuju pada laga perebutan juara tiga. “Hasil penyisihan memang kurang maksimal, tapi anak-anak akan konsentrasi penuh dan fight keras melawan Malaysia,” ujarnya.

Di lapangan, beberapa peluang Indonesia gagal berbuah angka karena shooting yang kurang akurat. Thailand tampil dominan dengan permainan cepat dan tembakan presisi, memaksa timnas Indonesia untuk beradaptasi secepat mungkin. Salim menilai faktor kelelahan dan tekanan pertandingan memengaruhi performa, namun menekankan pentingnya evaluasi teknis dan mental.

“Finishing dan ketenangan harus diperbaiki. Beberapa tembakan tergesa-gesa karena waktu habis, itu yang menurunkan akurasi. Untuk menghadapi Malaysia, kita akan lebih disiplin dari awal,” tambah Salim.

Pemain Danu Koswantoro dan I Komang Suparta menekankan bahwa kekalahan kali ini menjadi pembelajaran berharga. Dari tiga laga sebelumnya melawan Thailand, Filipina, dan Malaysia, tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pertahanan lawan yang ketat hingga tekanan mental.

“Laga hari ini memang banyak evaluasi yang harus dilakukan, khususnya finishing, pertahanan, dan ketenangan. Pengalaman ini menjadi modal penting saat perebutan perunggu nanti. Kita optimis membawa pulang medali,” kata Komang.

Dengan fokus pada komunikasi tim, strategi yang matang, dan mental yang lebih kuat, timnas basket kursi roda putra Indonesia berharap dapat mengubah pengalaman pahit menjadi kemenangan berharga. Perebutan perunggu melawan Malaysia menjadi peluang untuk menunjukkan ketangguhan dan kebanggaan bagi bangsa.

sumber: Kemenpora