Jakarta, VoiceJogja.com – Kabar tentang serangan udara di Timur Tengah membuat banyak keluarga Indonesia ikut menahan napas. Di Yogyakarta, tak sedikit warga yang memiliki sanak saudara bekerja maupun bermukim di Arab Saudi.
Di tengah meningkatnya tensi akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, KBRI Riyadh meminta WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah yang berpotensi terdampak.
Imbauan Resmi KBRI Riyadh
Imbauan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X KBRI Riyadh pada Sabtu, 28 Februari 2026. Langkah ini diambil menyusul operasi militer berskala besar yang dilancarkan sejak dini hari waktu setempat.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 201 orang. Dampak paling mematikan terjadi di Kota Minab, ketika sebuah sekolah dasar perempuan menjadi sasaran dan menewaskan sedikitnya 40 orang.
Dalam pernyataan resminya, KBRI Riyadh meminta WNI menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi keamanan. WNI yang telah memiliki rencana penerbangan diminta segera menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal dan status penerbangan.
Tetap Tenang, Pantau Informasi Resmi
KBRI Riyadh juga mengimbau agar WNI tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing.
Warga diminta hanya memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya serta mematuhi arahan otoritas Pemerintah Arab Saudi maupun perwakilan RI.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh WNI diminta melakukan lapor diri melalui laman resmi peduliwni.kemlu.go.id dan bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban WNI di wilayah masing-masing.
Dokumen Penting dan Hot Line Darurat
KBRI Riyadh mengingatkan WNI untuk menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor dan izin tinggal (iqama), baik dalam bentuk fisik maupun digital, agar mudah diakses jika dibutuhkan dalam situasi darurat.
Dalam kondisi mendesak, tersedia hotline WhatsApp di nomor +966 569173990 yang dapat dihubungi.
KBRI menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi.
Relevansi bagi Warga Jogja
Bagi Yogyakarta, isu ini bukan sekadar kabar internasional. Banyak keluarga di Jogja yang memiliki anggota keluarga bekerja di Arab Saudi, baik sebagai pekerja migran, mahasiswa, maupun profesional.
Imbauan KBRI Riyadh menjadi pengingat penting tentang keselamatan dan kesiapsiagaan di tengah dinamika global yang cepat berubah. Di saat situasi dunia memanas, kewaspadaan dan akses pada informasi resmi menjadi kunci agar warga tetap terlindungi.
Ketegangan di Timur Tengah mungkin terjadi jauh dari Jogja, namun dampaknya bisa terasa hingga ke ruang-ruang keluarga di kota ini. Di situlah pentingnya informasi yang jernih, langkah antisipatif, dan solidaritas antarwarga.(Oi)
Sumber: Infopublik.id














