Scroll untuk baca artikel
BudayaDaerahEkonomiFavoriteLifestylePemerintahPeristiwa

Telaga yang Sempat Kering Kini Hidup Kembali di Ujung Gunungkidul

×

Telaga yang Sempat Kering Kini Hidup Kembali di Ujung Gunungkidul

Sebarkan artikel ini
Penebaran benih ikan di Telaga Nglodo Ireng Tileng menegaskan peran warga dan pemerintah Gunungkidul dalam menjaga ekosistem dan masa depan lingkungan foto: Gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul, VoiceJogja.com – Di sudut timur Gunungkidul, sebuah telaga kembali bernapas. Penebaran benih ikan di Telaga Nglodo Ireng bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan penanda tumbuhnya kesadaran bersama tentang pentingnya merawat ekosistem sebagai penopang kehidupan warga.

Telaga Nglodo Ireng di Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, menjadi ruang temu antara alam, warga, dan kepedulian publik. Pada awal pekan ini, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melakukan penebaran benih ikan di telaga tersebut, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus membuka peluang kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan.

Bagi warga Tileng, telaga ini memiliki arti lebih dari sekadar sumber air. Lurah Tileng, Suwardi, mengenang kondisi telaga yang sempat mengering pasca pengerukan dan pembangunan.

Bersama masyarakat, ia berupaya mengembalikan fungsi telaga agar kembali hidup seperti sebelumnya. Kini, telaga kembali terisi air dan dikelilingi pepohonan yang tumbuh alami.

Foto: Gunungkidulkab.go.id

Upaya merawat telaga ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang kalurahan. Pemerintah Kalurahan Tileng tengah mengajukan diri sebagai desa wisata, dengan mengandalkan potensi alam yang dimiliki.

Selain Telaga Nglodo Ireng, kawasan di sisi selatan wilayah ini dikenal memiliki tebing-tebing yang menjadi lokasi favorit para pemancing. Lanskap alam tersebut dipandang sebagai modal sosial dan ekologis yang perlu dijaga bersama.

Kondisi telaga yang kembali asri mendapat apresiasi dari Bupati Gunungkidul. Di tengah hijaunya pepohonan dan suara burung yang masih terdengar, ia menilai lingkungan sekitar telaga menunjukkan ekosistem yang relatif terjaga.

Pepohonan besar yang tumbuh di sekitar telaga, menurutnya, memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan, mulai dari menghasilkan oksigen, menjaga ketersediaan air tanah, hingga menjadi habitat bagi burung dan satwa lain.

Dalam suasana reflektif, Bupati juga mengaitkan perawatan lingkungan dengan situasi kebencanaan yang kerap terjadi belakangan ini. Ia mengajak masyarakat untuk tidak abai terhadap alam di sekitarnya.

Ajakan sederhana disampaikan dengan tegas: menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan penebaran benih ikan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Suwignyo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan M. Johan Wijayanto, Panewu Girisubo Haryanto, Lurah Tileng Suwardi, unsur karang taruna, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga ruang hidup bersama.

Bagi warga Tileng, telaga yang terawat bukan hanya soal ekosistem yang lestari, tetapi juga harapan akan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Dengan lingkungan yang dijaga, Telaga Nglodo Ireng diharapkan terus menjadi sumber kehidupan, tempat alam dan manusia saling menjaga, hari ini dan di masa mendatang.

sumber: gunungkidulkab.go.id