Swiss Open, Voicejogja.com – Perjalanan ganda putra Indonesia di Swiss Open 2026 tidak selalu berjalan mulus. Di Basel, dua pasangan harus mengakhiri langkah lebih cepat setelah menghadapi pertandingan yang berlangsung ketat sejak awal.
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin belum mampu melewati babak pertama, setelah kalah dari lawan masing-masing di turnamen bulu tangkis level internasional tersebut.
Rian/Rahmat Kehilangan Momentum
Rian dan Rahmat harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia Kang Khai Xing/Aaron Tai dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 16-21, 27-29.
Pada gim pertama, pasangan Indonesia terlihat belum menemukan ritme permainan terbaiknya. Beberapa kesalahan sendiri membuat lawan semakin percaya diri mengembangkan permainan.
“Untuk di pertandingan tadi ya kalau dilihat mungkin startnya kurang ok, tidak bisa langsung in dari awal jadi masih ragu-ragu, banyak mati sendiri yang membuat lawan juga bikin tambah percaya diri,” ujar Muhammad Rian Ardianto.
Ia juga menilai pasangan Malaysia tersebut memiliki kekuatan pada permainan cepat tanpa banyak lob serta kemampuan antisipasi yang baik.
Menurut Rahmat, peluang sebenarnya sempat terbuka di gim kedua ketika mereka sempat unggul di poin akhir.
“Di gim kedua terakhir kami sempat unggul tapi malah jadi hati-hati. Harusnya lebih berani saja di terakhir-terakhir tapi takut mati sendiri,” kata Rahmat Hidayat.
Raymond/Joaquin Kehilangan Focus
Nasib serupa dialami Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang harus mengakui keunggulan pasangan Chen Cheng Kuan/Lin Bing-Wei dari Chinese Taipei dengan skor 17-21, 17-21.
Raymond mengungkapkan bahwa masalah utama pada pertandingan tersebut adalah hilangnya fokus di beberapa momen penting.
“Fokus kami tidak baik hari ini. Dari gim pertama sudah sempat unggul tapi terkejar dan itu sangat cepat. Poin mereka dari satu dua bola pertama dan kami kehilangan fokus di situasi itu,” jelas Raymond.
Ia menambahkan bahwa secara permainan tidak banyak perubahan dari pertemuan sebelumnya, tetapi pasangan Indonesia gagal mengantisipasi pola serangan lawan.
Evaluasi dan Focus ke Turnamen Berikutnya
Nikolaus Joaquin juga mengakui permainan pasangan mereka belum stabil sepanjang pertandingan.
“Permainan kami kurang stabil. Awal-awal sudah ok tapi hilang fokus dari pertengahan ke akhir dan itu harus menjadi bahan evaluasi buat kami,” ujarnya.
Ia menegaskan kondisi fisiknya sebenarnya masih dalam keadaan aman meskipun mengalami kapalan di kaki yang cukup mengganggu.
“Namun itu tidak bisa dijadikan alasan. Kami memang kalah dan kami akui,” tambahnya.
Setelah tersingkir dari Swiss Open 2026, kedua pemain menyebut fokus berikutnya adalah menjaga kondisi untuk menghadapi turnamen selanjutnya, Orleans Masters, yang akan berlangsung pada pekan depan. (Oi)
Sumber: pbsi.id














