Yogyakarta, VoiceJogja.com – Di Ruang Kunthi, Kantor PKK Kota Yogyakarta, semangat olahraga terasa berbeda. Bukan sekadar agenda organisasi, tetapi harapan agar perempuan Jogja semakin sehat dan keluarga kian sejahtera.
Musyawarah Kota (Muskot) Perwosi Kota Yogyakarta menetapkan Siti Hafsah sebagai Ketua Perwosi periode 2026–2030. Tongkat estafet ini melanjutkan kepemimpinan Tri Kirana Muslidatun yang telah menuntaskan masa bakti 2022–2026.
Melanjutkan dan Mengembangkan Program
Usai terpilih, Siti Hafsah menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan program yang telah dirintis.
“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami akan terus mendorong promosi dan bekerja sama dengan kementerian untuk mendukung program-program yang sudah berjalan. Mudah-mudahan dapat terus kita jalankan, bahkan kita kembangkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujarnya.
Muskot kali ini mengusung tema “Peran Perempuan dan Keluarga dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat”. Kegiatan diikuti 46 peserta perwakilan pengurus dari 14 kemantren se-Kota Yogyakarta.
Momentum ini juga menjadi ruang penyempurnaan program kerja empat tahun ke depan, dengan tujuan membentuk perempuan Indonesia yang sehat dan bugar demi terciptanya keluarga sejahtera serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Olahraga Sebagai Gaya Hidup
Perwosi menegaskan misinya membina perempuan melalui olahraga yang dilandasi semangat persahabatan, saling menghargai, dan tanggung jawab.
Olahraga dipandang sebagai gaya hidup sehat sejak usia dini hingga lanjut usia. Bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga ruang pemberdayaan dan pembentukan karakter.
Wakil Ketua II KONI Kota Yogyakarta, Aji Karnanto, mengapresiasi semangat peserta Muskot dan berharap program Perwosi mampu mengajak masyarakat gemar berolahraga.
Ketua Bidang Humas Perwosi DIY, Atik Wulandari, menilai Muskot sebagai momentum menyatukan visi dan memperkuat komitmen organisasi.

“Di sinilah kita menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan memastikan bahwa setiap program yang dirancang benar-benar memberi dampak bagi kemajuan olahraga perempuan di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perwosi sebagai mitra fungsional KONI memiliki peran strategis dalam memasyarakatkan olahraga dan mendorong partisipasi perempuan.
“Perempuan yang sehat adalah fondasi keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah pilar masyarakat yang sejahtera,” ungkapnya.
Di tengah tantangan kesehatan dan gaya hidup modern, peran Perwosi Kota Yogyakarta menjadi semakin relevan. Dari ruang-ruang komunitas hingga keluarga, gerakan perempuan sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Jogja yang lebih bugar dan berdaya.(Oi)
Sumber: Warta.jogjakota.go.id














