Scroll untuk baca artikel
DaerahEkonomiFavoritePemerintah

Sembako Murah Gunungkidul Redam Inflasi Ramadan

×

Sembako Murah Gunungkidul Redam Inflasi Ramadan

Sebarkan artikel ini

10 ton gula dan minyak goreng disalurkan demi jaga daya beli warga.

Pemkab Gunungkidul distribusikan 10 ton sembako murah untuk tekan inflasi Ramadan dan jaga stabilitas harga sembako. foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul, VoiceJogja.com – Menjelang Ramadan, keresahan soal harga kebutuhan pokok kembali terasa di dapur-dapur rumah warga Gunungkidul. Kenaikan gula dan minyak goreng bukan sekadar angka di pasar, tetapi menyangkut daya beli keluarga.

Melalui operasi pasar, Pemkab Gunungkidul mendistribusikan 10 ton sembako murah untuk menjaga stabilitas harga sembako dan menekan inflasi Ramadan. Langkah ini menjadi penyangga agar warga tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa beban berlebih.

10 Ton Sembako untuk Stabilitas Harga

Operasi pasar digelar secara intensif melalui Dinas Perdagangan, sebagai respons atas lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

“Momentum seperti Ramadan dan Lebaran seringkali memicu kenaikan harga jika permintaan tinggi namun pasokan barang terbatas,” ujarnya.

Distribusi simbolis dilakukan kepada pedagang distributor di Pasar Argosari, Selasa (24/2/2026), sebagai bagian dari upaya memastikan harga tetap terkendali di tingkat pasar.

Kolaborasi dan Harga di Bawah pasaran

Program ini melibatkan kolaborasi dengan RNI, Fortune, BULOG, dan Bank Indonesia. Sinergi tersebut diarahkan untuk memastikan pasokan tersedia dengan harga lebih rendah dibanding harga eceran umum.

“Operasi pasar ini memang dibutuhkan untuk membantu masyarakat, sehingga nilai jualnya pun lebih rendah daripada harga eceran di pasaran,” kata Bupati.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menjelaskan total komoditas yang disiapkan terdiri dari 3.500 kilogram gula pasir dan 6.500 liter minyak goreng.

Distribusi dilakukan melalui 40 pedagang di Pasar Argosari, Pasar Semin, Pasar Ponjong, Pasar Wonosari, dan Pasar Semanu.

Harga gula pasir yang di pasaran menyentuh Rp17.500 per kilogram, dalam program ini dijual Rp15.500 per kilogram. Minyak goreng juga lebih murah dengan selisih Rp2.000 hingga Rp2.500 dari harga normal.

Jaga Daya Beli dan Lindungi Pedagang

Agar tepat sasaran, pembelian dibatasi maksimal dua kemasan atau dua liter per warga. Kebijakan ini untuk mencegah aksi borong dan penjualan ulang dengan harga tinggi.

Di sisi lain, Bupati juga menyoroti penurunan omzet pedagang pasar akibat persaingan penjualan daring dan perubahan pola belanja masyarakat.

“Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam merumuskan solusi bagi kelangsungan UMKM dan pedagang tradisional ke depan,” ujarnya.

Selain sembako utama, pemerintah juga mencatat kenaikan harga cabai rawit yang terjadi secara luas di berbagai daerah.

Operasi pasar ini telah rutin dilakukan sejak Januari dan direncanakan berlanjut hingga Maret dengan tambahan sekitar 10 ton komoditas lagi.

Bagi Gunungkidul, menjaga stabilitas harga sembako bukan sekadar intervensi pasar. Ini tentang memastikan Ramadan tetap terasa hangat di rumah-rumah warga, sekaligus menjaga ekosistem perdagangan lokal tetap bertahan di tengah perubahan zaman.(Oi)

Sumber: Gunungkidulkab.go.id