Bantul, VoiceJogja.com – Pagi di Gedung Pertemuan Masjid Al A’la Singosaren terasa hangat oleh tawa dan sapaan para lansia. Menjelang Ramadan, mereka datang bukan hanya untuk berkumpul, tetapi memastikan tubuh tetap sehat agar ibadah berjalan lancar.
Sebanyak 140 warga lanjut usia mengikuti Sekolah Lansia GINASTEL “Worosembodro” yang digelar Puskesmas Imogiri 1 Bantul, Senin (16/2/2026). Bagi keluarga di Bantul, kegiatan ini menjadi penguat bahwa kesehatan lansia adalah fondasi ketenangan rumah menjelang bulan suci.

Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari tekanan darah, berat badan dan tinggi badan, hingga lingkar perut.
Para peserta juga menjalani pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) sebagai langkah deteksi dini risiko penyakit tidak menular. Upaya ini penting, terutama bagi lansia yang memiliki riwayat Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT).
Pendekatan preventif seperti ini membantu lansia dan keluarga memahami kondisi kesehatan sebelum memutuskan berpuasa.
Edukasi Puasa bagi Lansia
Selain pemeriksaan fisik, peserta mendapatkan edukasi kesehatan untuk persiapan Ramadan. dr. M. Umar Al Faruq menyampaikan materi tentang puasa bagi lansia dengan DM dan HT.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan minum obat serta konsultasi medis sebelum menjalankan ibadah puasa. Langkah ini menjadi penentu agar ibadah tetap aman dan terkontrol.
Sementara itu, drg. Prasasti Bintarum membagikan kiat menjaga kebugaran selama Ramadan. Materinya mencakup pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, kecukupan cairan, serta perawatan kesehatan rongga mulut.
Edukasi ini memberi bekal praktis bagi lansia agar tetap aktif tanpa mengabaikan kondisi medis.

Sinergi Kalurahan dan Kader Kesehatan
Keberhasilan Sekolah Lansia GINASTEL tidak lepas dari dukungan kader kesehatan, Pemerintah Kalurahan Wukirsari, TP PKK Kalurahan Wukirsari khususnya Pokja 1 dan Pokja 4, serta tim Puskesmas Imogiri 1.
Nama “Woro Sembodro” dipilih sebagai simbol dedikasi pelayanan masyarakat di Singosaren. Semangat gotong royong ini menunjukkan bahwa kesehatan lansia adalah tanggung jawab bersama.
Acara ditutup dengan senam lansia yang berlangsung meriah. Gerakan yang diikuti penuh semangat menjadi penanda bahwa usia senja bukan penghalang untuk tetap produktif.
Menjaga Lansia, Menjaga Ketahanan Keluarga Jogja
Sekolah Lansia GINASTEL di Singosaren bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah investasi kesehatan menjelang Ramadan, agar para orang tua tetap bugar dan keluarga merasa tenang.
Di Bantul, perhatian pada lansia menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Ketika lansia sehat, rumah tangga lebih kuat, dan Jogja pun tumbuh dengan rasa hormat pada generasi yang lebih dulu menjaga nilai-nilai kehidupan. (Oi)














