Scroll untuk baca artikel
AgamaBudayaFavoritePemerintah

Safari Subuh di Kotagede, Masjid Al Ikhlas Terima Bantuan Rehab

×

Safari Subuh di Kotagede, Masjid Al Ikhlas Terima Bantuan Rehab

Sebarkan artikel ini

Dari ruang ibadah, pesan kebersihan dan kepedulian sosial ditegaskan untuk warga Jogja.

Safari Subuh di Masjid Al Ikhlas Kotagede diisi penyerahan bantuan rehab dan penguatan program Mas JOS serta layanan lansia gratis. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Langit subuh di Rejowinangun masih berwarna kelabu ketika jamaah mulai memadati Masjid Al Ikhlas, Kotagede. Di tengah suasana Ramadan yang khusyuk, ruang ibadah itu tak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga ruang dialog tentang masa depan lingkungan dan kepedulian sosial di Yogyakarta.

Safari Subuh yang digelar Pemkot Yogya di masjid kampung tersebut menghadirkan jajaran Forkopimda Kota Yogyakarta sekaligus penyerahan bantuan untuk mendukung keberlanjutan aktivitas ibadah warga.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Bantuan untuk Penguatan Masjid Kampung

Dalam kegiatan itu, Masjid Al Ikhlas menerima bantuan rehab dari Pemkot Yogyakarta sebesar Rp10 juta. Tambahan dukungan datang dari Baznas Kota Yogyakarta Rp2 juta dan Bank BPD Rp2,5 juta, serta paket buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta.

Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta juga menyerahkan seperangkat alat salat dan mushaf Al-Qur’an. Bantuan rehab masjid diserahkan secara simbolis oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi kepada takmir dan jamaah yang menerima kehadiran rombongan safari subuh. Ia menegaskan bahwa nilai bantuan mungkin tidak besar, namun diharapkan memberi manfaat nyata bagi masjid dan warga sekitar.

“Kami membantu sedikit. Ini hanya bagian kecil dari yang bisa kami bantu untuk Masjid Al Ikhlas,” ujarnya.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Ramadan dan Gerakan Mas Jos

Momentum Ramadan juga dimanfaatkan untuk menguatkan komitmen kebersihan lingkungan. Di hadapan jamaah, Hasto mengajak warga menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman dan kehidupan kota.

Ia kembali mengingatkan pentingnya Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Warga diminta memilah sampah organik dan anorganik serta tidak membuang limbah besar seperti kasur atau mebel rusak ke sungai.

Untuk penanganan sampah khusus, masyarakat dapat menghubungi Tim Reaksi Cepat (TRC) Mas JOS dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta melalui WhatsApp 081170005555.

Pesan ini menjadi relevan bagi Kotagede yang memiliki permukiman padat dan aliran sungai di sekitarnya. Kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal kesehatan dan keselamatan warga.

Layanan Lansia Gratis dan Silaturahmi Sosial

Selain isu lingkungan, Pemkot Yogyakarta juga mengingatkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia setiap tiga bulan sekali. Program ini menjadi bagian dari komitmen kepemimpinan Hasto bersama Wawan.

“Semua lansia periksa gratis setiap tiga bulan sekali. Pramila lansia-lansia sing dereng periksa mangga kula aturi periksa gratis,” ucapnya.

Bagi keluarga di kampung-kampung seperti Rejowinangun, layanan ini memberi rasa aman. Akses kesehatan berkala tanpa biaya menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah kota terhadap kelompok rentan.

Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas, Ahlan Alnanta Hadi Utomo, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan Safari Subuh di masjidnya. Ia menegaskan bahwa Masjid Al Ikhlas terbuka bagi semua golongan.

Foto: Dok Warta.Jogjakota.go.id

“Masjid Al-Ikhlas tidak menggunakan ‘bendera’. Kami menampung semua agar bersatu di dalam masjid,” ungkapnya.

Pernyataan itu mencerminkan wajah Jogja yang inklusif, ruang ibadah sebagai titik temu, bukan pembatas.

Jogja yang Dirawat dari Masjid

Safari Subuh di Kotagede bukan sekadar agenda rutin Ramadan. Ia menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya berlangsung di kantor-kantor pemerintahan, tetapi juga di masjid kampung, di antara jamaah yang menjaga kebersihan, merawat persaudaraan, dan peduli pada lansia.

Dari Masjid Al Ikhlas Rejowinangun, pesan tentang kepedulian sosial dan lingkungan ditegaskan kembali: Jogja dirawat bersama, dimulai dari ruang-ruang sederhana yang mengikat warganya dalam satu saf.(Oi)