Gunungkidu, Voicejogja.com – Deru kendaraan yang melintas di Jembatan Jonge kini tak lagi dibayangi kekhawatiran yang sama. Di tengah aktivitas warga dan jalur penghubung antardaerah yang terus padat, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat merehabilitasi jembatan vital di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu.
Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Bagi warga Semanu dan kawasan sekitarnya, Jembatan Jonge menjadi urat nadi mobilitas harian, jalur ekonomi, hingga akses strategis menuju kawasan wisata di Gunungkidul.
Jalur Penting yang Mulai Rapuh
Lurah Pacarejo, Suhadi, menjelaskan Jembatan Jonge memiliki fungsi penting karena menghubungkan Pacarejo dengan pusat pemerintahan Kapanewon Semanu serta wilayah Candirejo, Semanu, hingga Ngeposari.
“Selain mobilitas lokal, jembatan ini merupakan akses utama bagi kendaraan dari arah Jawa Tengah maupun Jawa Timur, serta menjadi jalur strategis menuju kawasan wisata,” ujar Suhadi.
Jembatan yang terakhir dibangun pada 1976 itu mulai mengalami kerusakan akibat faktor usia dan korosi. Fluktuasi aliran air di bawah jembatan memicu munculnya retakan dan lubang yang dinilai membahayakan pengendara.
“Kami langsung melaporkan kondisi ini kepada Dinas PU Gunungkidul. Alhamdulillah, responsnya sangat cepat,” lanjutnya.
Keselamatan Jadi Prioritas
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turun langsung meninjau proses rehabilitasi pada Jumat (8/5/2026). Pemerintah daerah memilih menggunakan dana swakelola agar pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat karena kondisi jembatan dinilai mendesak.
Rehabilitasi Jembatan Jonge diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp180 juta. Hingga peninjauan terakhir, progres pengerjaan disebut telah mencapai 47 persen.
Awalnya proyek diprediksi selesai pada September. Namun target penyelesaian kini dipercepat dan diharapkan rampung pada Juni mendatang.
“Saya minta untuk menangani secepatnya. Saya takutnya kalau nanti semakin lama dia akan semakin lebar, orang tidak akan melintas dengan aman,” tegas Endah.
Infrastruktur dan Rasa Aman Warga
Di wilayah seperti Gunungkidul, jembatan bukan hanya penghubung fisik. Infrastruktur menjadi penopang aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil usaha, hingga akses pendidikan dan layanan publik.
Karena itu, percepatan rehabilitasi Jembatan Jonge menjadi penting untuk menjaga rasa aman masyarakat sekaligus memastikan denyut ekonomi lokal tetap berjalan.
Selain meninjau rehabilitasi jembatan, Bupati Endah juga terus menggalakkan gotong royong masyarakat dalam penanganan bencana di wilayah sekitar.
Perbaikan Jembatan Jonge menjadi pengingat bahwa keselamatan infrastruktur publik tak bisa menunggu kerusakan membesar. Di tengah mobilitas yang terus tumbuh, ketepatan respons menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan warga Gunungkidul tetap terhubung dengan aman.(Oi)
Sumber: Gunungkidulkab.go.id














