Scroll untuk baca artikel
AgamaBerita UnggulanBudayaDaerahFavoriteLifestyle

Ramadan di Perpustakaan Kota, Iman dan Literasi Bertemu

×

Ramadan di Perpustakaan Kota, Iman dan Literasi Bertemu

Sebarkan artikel ini

PerpusKota Yogyakarta hadirkan program tematik Ramadan 1447 H untuk semua kalangan.

Ramadan di Perpustakaan Kota Yogyakarta hadirkan wakaf buku, kelas kreatif, dan diskusi literasi untuk menguatkan iman dan budaya baca. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Menjelang waktu berbuka, anak-anak duduk melingkar menikmati cerita, sementara remaja berdiskusi buku dan orang tua berbagi pengalaman di sudut ruang baca. Ramadan di Perpustakaan Kota Yogyakarta tahun ini tak hanya tentang sunyi dan halaman buku, tetapi tentang perjumpaan iman dan literasi.

Di tengah ritme ibadah yang lebih khusyuk, perpustakaan justru terasa makin hidup. Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimaknai sebagai waktu menguatkan karakter, memperluas pengetahuan, sekaligus merawat tradisi literasi warga Jogja.

PerpusKota Hadir Lebih Dekat di Bulan Ramadan

Program bertajuk “Ramadan di PerpusKota” mengusung tema Ramadan Penuh Makna: Menguatkan Iman, Menumbuhkan Literasi. Kegiatan ini berlangsung sepanjang Ramadan 2026 di Perpustakaan Kota Yogyakarta, Jalan Suroto No. 9 Kotabaru, serta Perpustakaan Pevita di Jalan Mayjen Sutoyo No. 32 Mantrijeron.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Afia Rosdiana, menegaskan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan budaya literasi masyarakat.

“Bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menguatkan keimanan, kepedulian serta meningkatkan ilmu melalui kegiatan literasi di perpustakaan. Selain sebagai sumber informasi, perpustakaan juga menjadi ruang pembelajaran, refleksi, dan membangun karakter,” ujarnya.

Ia berharap perpustakaan semakin hadir sebagai ruang menumbuhkan inspirasi dan semangat berbagi yang bernilai ibadah.

Foto: Dok Warta.Jogjakota.go.id

Dari Wakaf Buku hingga Aksara Pegon

Rangkaian Ramadan di Perpustakaan Kota Yogyakarta mencakup program wakaf buku melalui Bank Buku ke masjid-masjid di Kota Yogyakarta, serta program tukar buku gratis Rotate Your Book.

Ada pula Pameran Arsip Foto “Informasi Syiar Islam Kota Yogyakarta” yang menghadirkan jejak sejarah dakwah dan tradisi keislaman di kota ini.

Bagi warga yang ingin mengasah keterampilan, tersedia Kelas Literasi Kreatif (KALISTA) dengan tema “Kreasi Hijab” dan “Kreasi Hampers Lebaran”. Diskusi buku digelar dengan topik “Rahasia Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Psikis” serta “Dahsyatnya Sabar, Syukur, dan Ikhlas”.

Upaya pelestarian literasi Islam Nusantara juga diwujudkan melalui kelas Aksara Pegon, membuka kembali khazanah tulisan yang menjadi bagian dari sejarah intelektual masyarakat.

Ruang Publik yang Inklusif untuk Semua

Anak-anak mendapat ruang melalui Cinema Ramadan, Ramadan Ceria, dan Sabtu Seru edisi spesial Ramadan. Sementara itu, institusi keagamaan difasilitasi lewat Workshop Pengelola Perpustakaan Masjid agar masjid semakin kuat sebagai pusat pendidikan dan literasi.

Program ini juga diperluas melalui podcast Ramadan yang membahas tradisi mendongeng jelang berbuka dan literasi ala Generasi Z.

Afia menambahkan, kolaborasi dengan perangkat daerah, tokoh agama, pegiat literasi, dan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.

“Kolaborasi ini menjadi kekuatan agar perpustakaan semakin relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kami ingin Ramadan di PerpusKota menjadi program tematik yang terus berkembang dan membawa manfaat nyata bagi warga Kota Yogyakarta,” imbuhnya.

Ramadan di PerpusKota bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah penegasan bahwa di Jogja, perpustakaan tetap menjadi ruang publik yang inklusif, tempat iman dikuatkan, literasi ditumbuhkan, dan masa depan generasi disiapkan dengan tenang.(Oi)

Sumber: warta.Jogjakota.go.id