Scroll untuk baca artikel
DaerahAgamaFavoritePemerintah

Ramadan di Kauman, Iman, Sehat, dan Jogja Bersih

×

Ramadan di Kauman, Iman, Sehat, dan Jogja Bersih

Sebarkan artikel ini

Ceramah di Masjid Gedhe Kauman tekankan puasa dan kepedulian lingkungan.

Ceramah Ramadan di Masjid Gedhe Kauman tekankan puasa untuk kesehatan dan kepedulian kebersihan Kota Yogyakarta. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Suasana berbuka di Masjid Gedhe Kauman selalu menghadirkan rasa teduh. Jamaah memadati serambi, takjil tersaji, dan percakapan hangat mengalir di antara warga yang datang dari berbagai sudut Kota Yogyakarta.

Di ruang ibadah bersejarah itu, Ramadan tak hanya dimaknai sebagai ibadah personal. Ia menjadi pengingat bahwa iman, kesehatan, dan kepedulian lingkungan adalah satu kesatuan yang menentukan kualitas hidup Jogja ke depan.

Puasa dan Kesehatan Tubuh

Dalam ceramah Ramadan di Masjid Gedhe Kauman, Minggu (22/2/2026), Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa puasa memiliki manfaat besar bagi kesehatan.

Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Sistem pencernaan, khususnya lambung, mendapat waktu istirahat dari rutinitas makan harian.

“Dengan berpuasa, kita bisa mengistirahatkan lambung. Dengan pengaturan makan yang baik saat sahur dan berbuka, insyaallah tubuh kita akan semakin sehat,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan saat berbuka, sehingga manfaat kesehatan dari puasa tetap terasa optimal.

Foto: Dok Warta.Jogjakota.go.id

Iman dan Kebersihan Kota

Ramadan, menurut Hasto, harus memberi dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Puasa adalah perintah bagi orang beriman yang semestinya tercermin dalam perilaku sosial.

“Puasa ini adalah perintah untuk orang beriman. Bagaimana kita mengecek iman kita? Salah satunya bisa kita lihat dari kebersihan, karena kebersihan merupakan sebagian dari iman,” ungkapnya.

Ia kembali mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya.

“Permasalahan sampah bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kalau kita ingin kota ini bersih dan nyaman, maka semua harus ikut berperan,” tegasnya.

Bagi Kota Yogyakarta yang terus bertumbuh sebagai kota pendidikan dan pariwisata, isu kebersihan menjadi penopang kenyamanan dan keberlanjutan.

Masjid yang Memakmurkan Warga

Hasto juga mengapresiasi suasana berbuka puasa di Masjid Gedhe Kauman yang dipadati jamaah. Kegiatan berbuka bersama dan penyediaan takjil dinilainya sebagai wujud nyata kemakmuran masjid.

“Banyak jamaah datang untuk menikmati takjil di masjid ini. Jadi masyarakat memakmurkan masjid, dan masjid juga memakmurkan masyarakat,” katanya.

Kehangatan kebersamaan itu memperlihatkan bahwa Ramadan adalah ruang solidaritas sosial dan penguatan ukhuwah.

Momentum ini diharapkan tidak berhenti setelah Idulfitri. Nilai keimanan, kedisiplinan, kebersihan, dan kepedulian sosial perlu terus dirawat dalam keseharian warga.

Ramadan di Kauman menjadi cermin bahwa Jogja yang beriman adalah Jogja yang sehat dan bersih, kota yang dibangun bukan hanya oleh kebijakan, tetapi oleh kesadaran kolektif warganya.(Oi)

Sumber: Warta.jogjakota.go.id