Bantul, Voicejogja.com – Lampu Stadion Sultan Agung akan kembali menyala untuk PSIM Yogyakarta pada Minggu malam. Di tengah tren yang belum stabil, dukungan suporter dinilai menjadi tenaga penting bagi Laskar Mataram saat menjamu Malut United FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/26.
Bek muda PSIM, Raka Cahyana, berharap tribun Stadion Sultan Agung dipenuhi pendukung setia. Bagi pemain berusia 22 tahun itu, atmosfer kandang bukan sekadar sorakan, melainkan dorongan moral bagi tim yang sedang berupaya bangkit di depan publik sendiri.
Modal Kemenangan Putaran Pertama
PSIM memang punya kenangan manis saat menghadapi Malut United di putaran pertama. Kala bertanding di Ternate, Laskar Mataram sukses menang 2-0 lewat gol Nermin Haljeta dan Savio Sheva.
Menurut Raka, hasil tersebut menjadi bekal positif untuk laga pekan ke-32 ini. Ia memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap menjalankan instruksi pelatih Jean Paul Van Gastel.
“Menurut saya ini jadi bekal yang cukup bagus untuk laga besok. Semua pemain sudah dalam kondisi yang siap untuk laga besok dan siap menjalankan instruksi dari pelatih,” ujar Raka dalam sesi Pre Match Press Conference, Sabtu (9/5/2026).
Raka juga menyampaikan harapannya kepada suporter PSIM agar hadir langsung di stadion.
“Kami berharap dukungan dari suporter untuk bisa memenuhi Stadion Sultan Agung supaya menambah semangat. Dan yang pasti tentunya berharap besok PSIM bisa mendapat kemenangan,” tegasnya.
Tantangan Berat untuk Laskar Mataram
Meski punya modal kemenangan di putaran pertama, situasi kedua tim kini berbeda. PSIM berada di peringkat ke-11 dengan 39 poin, sementara Malut United menempati posisi kelima dengan 52 poin.
Tren performa keduanya pun bertolak belakang. PSIM hanya meraih satu hasil imbang dan lima kekalahan dalam enam laga terakhir, termasuk dua kekalahan beruntun.
Sebaliknya, Malut United datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang besar 7-0 atas PSBS Biak dan 5-2 saat menghadapi Persis Solo.
Namun bagi publik Jogja, pertandingan ini tetap menyimpan arti penting. Di tengah perjalanan musim yang tidak mudah, laga kandang menjadi ruang bagi PSIM untuk menjaga harga diri sekaligus merawat kedekatan emosional dengan suporternya.
Raka Jadi Simbol Regenerasi PSIM
Musim ini, Raka Cahyana menjadi salah satu pemain muda yang mendapat kepercayaan besar dari pelatih kepala Jean Paul Van Gastel.
Dari 31 pertandingan yang telah dijalani PSIM, Raka tampil dalam 27 laga dengan total 2.236 menit bermain. Ia juga mencatatkan satu gol dan dua assist.
Kehadiran pemain muda seperti Raka memberi harapan bagi masa depan PSIM Yogyakarta. Di tengah tekanan kompetisi profesional, regenerasi pemain lokal tetap menjadi bagian penting dalam menjaga identitas sepak bola Jogja.
Laga melawan Malut United bukan hanya soal tiga poin. Bagi PSIM dan suporternya, pertandingan ini menjadi momentum untuk kembali menunjukkan bahwa Stadion Sultan Agung masih bisa menjadi rumah penuh energi bagi Laskar Mataram.(Oi)
Sumber: Ileague.id














