Scroll untuk baca artikel
FavoriteOlahraga

PSIM Waspadai Energi Baru PSBS di Maguwoharjo

×

PSIM Waspadai Energi Baru PSBS di Maguwoharjo

Sebarkan artikel ini

Laskar Mataram bidik kebangkitan di tengah jadwal padat BRI Super League.

PSIM Yogyakarta waspadai energi baru PSBS Biak di pekan ke-23 BRI Super League 2025/26 di Stadion Maguwoharjo. foto: Dok Ileague

Sleman, VoiceJogja.com – Lampu Stadion Maguwoharjo akan kembali menyala malam ini. Di tengah tekanan klasemen dan jadwal yang padat, laga PSIM Yogyakarta kontra PSBS Biak bukan sekadar pertandingan pekan ke-23 BRI Super League 2025/26—ini soal momentum kebangkitan.

PSIM datang dengan ambisi kembali ke jalur kemenangan. Di sisi lain, PSBS membawa semangat menjauh dari zona merah. Pertemuan ini menghadirkan tensi yang tak bisa dipandang dari selisih posisi klasemen semata.

Momentum dan Tekanan Klasemen

Saat ini PSIM berada di peringkat ke-8 dengan koleksi 33 poin. Kemenangan akan membuka peluang naik dua peringkat, melangkahi Persita Tangerang dan Bhayangkara Presisi Lampung FC yang sudah memainkan laga pekan ke-23 dan mengoleksi 35 poin.

Bagi Laskar Mataram, tiga poin bukan hanya soal angka. Ia menjadi penanda apakah konsistensi bisa kembali diraih setelah lima laga terakhir tanpa kemenangan, tiga kali imbang dan dua kali kalah.

Sementara itu, PSBS masih berjuang di papan bawah. Mereka menempati posisi ke-15 dengan 18 poin, jumlah yang sama dengan Persijap di peringkat ke-16 dan hanya terpaut dua poin dari Semen Padang FC di posisi ke-17.

Waspadai Energi Baru PSBS

Pelatih kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengakui persiapan tim cukup tertantang karena jadwal yang rapat. PSIM baru saja menjalani laga pekan ke-22 melawan Bali United FC pada 23 Februari lalu.

“Persiapannya singkat karena kita istirahat selama satu hari untuk pemulihan karena jadwal yang padat. Setelah pertandingan ini akan ada pertandingan lain setelahnya, jadi ini akan menjadi minggu berat bagi kami,” ujarnya.

Selain faktor fisik, PSIM juga menaruh perhatian pada perubahan di kubu lawan. PSBS Biak baru melakukan pergantian pelatih kepala, yang dinilai bisa memunculkan energi baru di ruang ganti.

“Saat ada pelatih baru, selalu ada energi baru dan para pemain merasa seperti mendapat kesempatan baru. Meski demikian, gaya bermainnya tidak begitu banyak berbeda,” jelas Van Gastel.

Laga Penting bagi Dua Arah

Posisi PSBS di klasemen membuat setiap pertandingan menjadi krusial. Tekanan untuk menjauh dari zona degradasi diyakini akan memacu mereka tampil lebih agresif.

“Bagi mereka setiap pertandingan sangat penting sekarang untuk menjauh dari zona degradasi. Ini pasti akan membuat mereka berjuang lebih keras lagi,” tegas Van Gastel.

Bagi warga Jogja, laga ini bukan sekadar duel angka. PSIM adalah representasi semangat kota yang selalu ingin bangkit, bahkan ketika jadwal terasa berat dan hasil belum berpihak.

Di Maguwoharjo, Jumat malam pukul 20.30 WIB, arah perjalanan PSIM di BRI Super League akan kembali diuji. Apakah Laskar Mataram mampu memanfaatkan peluang naik klasemen, atau justru harus menghadapi tekanan yang kian rapat—jawabannya akan ditentukan di lapangan.(Oi)

Sumber: Ileague.id