Bantul, Voicejogja.com – Malam akhir pekan di Stadion Sultan Agung diperkirakan kembali dipenuhi harapan suporter biru. Di tengah tren yang belum stabil, PSIM Yogyakarta membawa satu kenangan manis saat menghadapi Malut United FC: kemenangan 2-0 di putaran pertama yang masih membekas bagi pendukung Laskar Mataram.
Kini, Minggu (10/5/2026) pukul 19.00 WIB, PSIM kembali bertemu Malut United dalam laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Bermain di kandang sendiri, PSIM berharap bisa menghadirkan hasil positif sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim menjelang akhir musim.
PSIM Hadapi Tantangan Berat
Pada pertemuan pertama di Ternate, PSIM tampil meyakinkan lewat gol Nermin Haljeta dan Savio Sheva. Namun situasi kedua tim kini berbeda.
PSIM saat ini berada di peringkat ke-11 dengan 39 poin, sementara Malut United menempati posisi kelima dengan 52 poin. Tren performa keduanya pun bertolak belakang.
Dalam enam pertandingan terakhir, PSIM hanya meraih satu hasil imbang dan menelan lima kekalahan, termasuk dua kekalahan beruntun. Sebaliknya, Malut United sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang besar 7-0 atas PSBS Biak dan 5-2 saat menghadapi Persis Solo.

Jean Paul Van Gastel Ingin PSIM Lebih Dominan
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menilai pertemuan kedua tim masih berpotensi berjalan mirip seperti laga putaran pertama. Menurutnya, komposisi skuad kedua tim tidak banyak berubah sepanjang musim.
“Kita saat main lawan Malut United di putaran pertama, sudah sembilan bulan yang lalu. Kita tahu Malut United dan PSIM di putaran kedua tidak banyak menambah pemain. Jadi mungkin akan jadi laga yang mirip,” ujar Van Gastel dalam sesi pre match press conference, Sabtu (9/5).
Pelatih asal Belanda itu berharap PSIM mampu lebih dominan dalam penguasaan bola, terutama karena laga berlangsung di hadapan publik sendiri.
“Harapannya, kita bisa menguasai ball possession. Kita tahu Malut United punya banyak pemain dengan individu yang bagus. Kita akan fokus pada transisi,” tambahnya.
Bermain Lepas di Tiga Laga Tersisa
Posisi PSIM yang sudah aman dari ancaman degradasi memberi ruang bagi para pemain untuk tampil lebih tenang dalam tiga pertandingan terakhir musim ini.
Bagi suporter di Yogyakarta dan Bantul, pertandingan ini bukan sekadar perebutan poin. Ada harapan untuk melihat Laskar Mataram kembali menemukan ritme permainan terbaiknya setelah perjalanan panjang yang tidak selalu mudah.
Atmosfer Stadion Sultan Agung pun diperkirakan kembali menjadi energi penting bagi PSIM untuk menutup musim dengan lebih bermakna di depan pendukungnya sendiri.(Oi)
Sumber: Ileague.id














