Scroll untuk baca artikel
OlahragaBerita Unggulan

PSIM Tanpa Lima Pemain, Bidik Kemenangan di Bantul

×

PSIM Tanpa Lima Pemain, Bidik Kemenangan di Bantul

Sebarkan artikel ini

Di tengah tren menurun, Laskar Mataram diuji bangkit di rumah sendiri

Pelatih PSIM Akui Kecewa Foto: Dok Ileague.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Sore di Stadion Sultan Agung, Bantul, akan kembali menjadi ruang harapan bagi suporter PSIM Yogyakarta. Di tengah hasil yang belum berpihak, tim justru dihadapkan pada ujian baru dengan absennya sejumlah pemain kunci.

Bagi warga Jogja, pertandingan ini bukan sekadar angka di klasemen, tetapi tentang menjaga kepercayaan bahwa Laskar Mataram masih punya daya untuk bangkit.

Ujian Berat di Laga Kandang

PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2025/26. Laga ini datang di saat tim sedang berusaha keluar dari tren yang belum stabil.

Enam pertandingan terakhir belum menghadirkan kemenangan, dengan catatan tiga hasil imbang dan tiga kekalahan. Posisi di papan klasemen pun berada di peringkat ke-10 dengan 39 poin.

Situasi ini berbeda dengan putaran pertama ketika PSIM konsisten berada di jajaran atas.

Kehilangan Pemain Kunci

Tantangan semakin terasa dengan absennya lima pemain. Rahmatsho Rahmatzoda, Anton Fase, dan Fahreza Sudin masih dalam pemulihan cedera.

Sementara itu, Ezequiel Vidal dan Riyatno Abiyoso harus menepi karena akumulasi kartu kuning.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, memastikan persiapan tetap berjalan sesuai rencana.

“Persiapan kami untuk laga lawan Persita besok, sudah dijalani dengan baik. Memang ada beberapa pemain yang absen akibat cedera dan juga akumulasi kartu kuning,” ujarnya.

Evaluasi Tanpa Menyalahkan

Di tengah hasil yang belum maksimal, Van Gastel menegaskan bahwa tim tidak kehilangan motivasi. Ia melihat persoalan lebih pada detail permainan yang perlu diperbaiki.

“Pemain tidak kekurangan motivasi. Tapi kalau kita lihat putaran kedua, kita mungkin kurang beruntung,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti antisipasi bola mati sebagai salah satu titik lemah yang sudah dibenahi dalam latihan.

Misi Bangkit dan Balas Hasil

Pertemuan ini juga membawa memori kekalahan telak di putaran pertama. Saat itu, PSIM harus menerima hasil 0-4 dari Persita.

Kini, di hadapan publik sendiri, ada dorongan untuk memperbaiki cerita tersebut.

“Kita kalah di putaran pertama lalu. Di putaran kedua ini kita punya kondisi yang hampir sama. Kita belum bisa dapat poin maksimal,” kata Van Gastel.

Bagi tim, laga ini menjadi momentum penting untuk kembali menemukan ritme.

Penutup

Sepak bola di Jogja selalu lebih dari sekadar pertandingan. Ia tentang kebersamaan, harapan, dan keyakinan yang terus dijaga, bahkan saat hasil belum sesuai harapan.

Di Bantul, PSIM tidak hanya bermain untuk poin, tetapi juga untuk menjaga semangat yang hidup di tribun dan di hati warganya.(Oi)

Sumber: Ileague.id