Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteOlahraga

PSIM Jalani Laga Malam Perdana di Ramadan

×

PSIM Jalani Laga Malam Perdana di Ramadan

Sebarkan artikel ini

Stadion Sultan Agung jadi saksi semangat baru Laskar Mataram.

PSIM jalani laga kandang malam perdana Ramadan lawan Bali United di Stadion Sultan Agung Bantul. foto: Dok Ileague

Bantul, VoiceJogja.com – Lampu Stadion Sultan Agung akan menyala lebih terang dari biasanya malam ini. Di tengah suasana Ramadan, ribuan suporter PSIM bersiap menyaksikan laga kandang perdana pada malam hari musim ini.

Bagi warga Jogja, pertandingan ini bukan sekadar duel BRI Super League. Ia menjadi ruang harapan, tempat Laskar Mataram mencoba kembali menemukan ritme kemenangan.

Momentum Spesial di Bantul

PSIM Yogyakarta menghadapi Bali United FC pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2) pukul 20.30 WIB.

Laga ini istimewa karena menjadi pertandingan kandang malam pertama PSIM musim ini. Atmosfernya semakin berbeda karena berlangsung dalam bulan Ramadan.

Antusiasme tinggi menyelimuti skuad PSIM. Setelah empat laga putaran kedua tanpa kemenangan (dua kali kalah dan dua kali imbang) tim membutuhkan momentum kebangkitan.

Saat ini PSIM berada di peringkat ke-7 dengan 32 poin. Jarak tiga poin memisahkan mereka dari Persita di posisi ke-6 yang telah mengoleksi 35 poin.

Adaptasi di Bulan Ramadan

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menyebut persiapan tim secara umum tidak berubah signifikan, meski ada pengalaman baru yang dihadapi.

“Persiapan kami pada dasarnya sama. Namun ini pertama kalinya kami bermain pada malam hari dengan lampu stadion menyala (di laga home). Ini akan menjadi pengalaman baru dan menarik tentunya bagi kami,” ujarnya.

Ramadan menjadi perhatian khusus tim pelatih dalam menyusun program latihan dan persiapan pertandingan.

“Kickoff menjadi lebih malam. Saya sudah berkomunikasi dengan staf pelatih lokal yang punya pengalaman soal Ramadan untuk menentukan apa yang terbaik dilakukan,” jelasnya.

Sebagai bentuk penyesuaian, jadwal latihan digeser dari pagi ke sore hari agar pemain lebih mudah beradaptasi. Program hari pertandingan juga disesuaikan agar pemain yang berpuasa dapat berbuka dengan baik.

Harapan datoi Tribun Penonton

Laga malam di Stadion Sultan Agung memberi nuansa berbeda bagi suporter PSIM. Ramadan menghadirkan tantangan fisik sekaligus ruang spiritual bagi para pemain.

Bagi Jogja, sepak bola selalu lebih dari sekadar pertandingan. Ia menyatukan warga dari berbagai latar belakang dalam satu sorak dan doa.

Kini, di bawah cahaya lampu stadion, PSIM membawa misi kembali ke jalur kemenangan. Ramadan menjadi pengingat bahwa ketekunan dan adaptasi adalah bagian dari perjalanan panjang menuju prestasi.(Oi)

Sumber: Ileague.id