Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteOlahraga

PSIM Ditahan Persijap 2-2, Van Gastel Soroti Set Piece

×

PSIM Ditahan Persijap 2-2, Van Gastel Soroti Set Piece

Sebarkan artikel ini

Situasi bola mati jadi celah yang membuat Laskar Mataram gagal mengamankan tiga poin di Bantul.

PSIM Yogyakarta ditahan Persijap 2-2 di Stadion Sultan Agung. Jean Paul Van Gastel menilai kelemahan antisipasi set piece jadi faktor utama. foto: Dok Ileague.id

Bantul, Voicejogja.com – Malam di Stadion Sultan Agung Bantul menghadirkan laga yang menegangkan bagi suporter PSIM Yogyakarta. Saat harapan membawa pulang tiga poin sempat muncul, pertandingan justru berakhir imbang setelah duel sengit sepanjang 90 menit.

Hasil PSIM vs Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/26 ditutup dengan skor 2-2. Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menilai kelemahan dalam mengantisipasi set piece menjadi faktor penting yang membuat timnya kehilangan kemenangan.

Gol Cepat Mengubah Ritme Laga

PSIM langsung dikejutkan oleh gol cepat Boja Martinez pada menit ke-3. Gol dari situasi bola mati itu membuat tuan rumah harus menata ulang ritme permainan sejak awal pertandingan.

Setelah melewati tekanan di menit awal, Laskar Mataram mulai menemukan pola permainan yang lebih stabil. Upaya tersebut berbuah hasil lewat gol Ezequiel Vidal pada menit ke-16.

Momentum kemudian berpihak kepada PSIM ketika Ze Valente membawa tim tuan rumah berbalik unggul 2-1 pada menit ke-38.

Persijap Kembali Menyamakan Kedudukan

Memasuki babak kedua, tekanan dari Persijap kembali datang melalui situasi bola mati.

Gol Iker Guarrotxena pada menit ke-65 membuat skor kembali imbang. Kedua tim kemudian bermain dengan tempo tinggi untuk mencari keunggulan.

Persijap sebenarnya sempat mencetak gol lagi melalui tendangan keras Boja Martinez pada menit ke-78. Namun setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena pemain Persijap lebih dulu berada dalam posisi offside.

Van Gastel Soroti Antisipasi Bola Mati

Usai pertandingan, pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel menilai timnya memulai laga dengan situasi yang kurang ideal.

“Kami memulai dengan kurang beruntung. Dalam tiga atau empat menit kami sudah kebobolan dari situasi bola mati. Itu bukan cara yang baik untuk memulai pertandingan,” kata Van Gastel.

Ia menjelaskan para pemain sempat membutuhkan waktu untuk kembali menemukan ritme permainan setelah tertinggal di awal laga.

“Setelah itu, kami bisa kembali bermain sesuai yang disiapkan dan sempat unggul 2-1,” ujarnya.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, peluang Persijap sepanjang pertandingan sebagian besar lahir dari situasi bola mati.

“Pada babak kedua, bisa dikatakan kami kalah dalam pertandingan ini karena situasi bola mati. Persijap sebenarnya tidak menciptakan peluang terbuka. Mereka hanya berbahaya melalui situasi bola mati,” jelasnya.

Satu Poin untuk PSIM

Meski gagal meraih kemenangan di kandang, Van Gastel menilai pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi dan cukup menarik untuk disaksikan.

“Saya rasa bagi para suporter dan penonton netral, ini adalah pertandingan yang menarik untuk ditonton. Intensitas tinggi, banyak permainan bagus, serta banyak juga kesalahan yang membuat pertandingan menjadi seru untuk ditonton,” katanya.

Tambahan satu poin membuat PSIM Yogyakarta kini berada di peringkat ke-8 klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan koleksi 38 poin.

Bagi Laskar Mataram, hasil ini menjadi pengingat bahwa detail kecil seperti antisipasi set piece dapat menentukan hasil akhir sebuah pertandingan di kompetisi yang semakin ketat.(Oi)

Sumber: Ileague.id