Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteNasionalPemerintah

Prabowo Prioritaskan Keselamatan Jemaah Haji 2026

×

Prabowo Prioritaskan Keselamatan Jemaah Haji 2026

Sebarkan artikel ini

Pemerintah siapkan berbagai skenario di tengah dinamika Timur Tengah.

Presiden Prabowo menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama penyelenggaraan haji 2026 di tengah dinamika konflik Timur Tengah. foto: Dok Setneg.go.id

Jakarta, Voicejogja.com – Ibadah haji selalu menjadi perjalanan spiritual terbesar bagi ribuan warga Indonesia setiap tahun. Di tengah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, perhatian terhadap keselamatan jemaah haji menjadi isu yang semakin penting.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan warga negara yang akan menunaikan ibadah haji pada 2026 menjadi prioritas utama pemerintah dalam setiap keputusan yang diambil.

Fokus Pemerintah pada Leselamatan Jemaah

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan keterangan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurut Dahnil, pesan utama Presiden sangat jelas: memastikan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman.

“Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jemaah haji. Ini yang paling penting,” ujar Dahnil.

Ia menambahkan, pemerintah sedang menyiapkan berbagai skenario penyelenggaraan haji dengan orientasi utama menjaga keamanan warga negara yang akan berangkat pada musim haji tahun ini.

Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario

Penyelenggaraan haji 2026 dijadwalkan dimulai pada April mendatang. Namun pemerintah terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah sebelum mengambil langkah final.

Jika kondisi tetap stabil dan tidak terjadi eskalasi konflik yang berpotensi membahayakan, keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan berlangsung pada 22 April 2026.

“Apabila tidak ada perubahan skenario atau eskalasi konflik menurun dan hal itu menjamin keselamatan warga negara Indonesia yang berangkat haji, maka pada tanggal 22 April akan menjadi keberangkatan kloter pertama,” kata Dahnil.

Koordinasi Lintas Kementrian Terus Dilakukan

Untuk memastikan penyelenggaraan berjalan aman, pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Langkah ini dilakukan agar setiap kemungkinan dapat diantisipasi sejak awal, terutama jika perkembangan konflik menunjukkan potensi risiko bagi perjalanan jemaah.

“Kami juga akan membahas berbagai skenario dengan DPR apabila konflik menunjukkan tanda-tanda yang dapat membahayakan jemaah haji kita,” ujar Dahnil.

Opsi Rute Aman hingga Penundaan Keberangkatan

Sejumlah skenario yang disiapkan pemerintah mencakup berbagai aspek perjalanan jemaah.

Di antaranya pemilihan rute penerbangan yang lebih aman, serta opsi penundaan keberangkatan apabila situasi dinilai tidak kondusif.

“Misalnya jika situasi membahayakan keselamatan, maka skenario penundaan bisa saja muncul,” jelas Dahnil.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan akan diambil dengan mengutamakan keselamatan warga negara Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden.

Bagi masyarakat Indonesia yang menanti perjalanan ibadah haji, langkah kehati-hatian ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa ibadah yang sakral tersebut dapat dijalankan dengan aman dan penuh ketenangan(Oi)

Sumber: Setneg.go.id