Scroll untuk baca artikel
PendidikanFavoriteHukumPemerintah

Pendidikan Antikorupsi: Kunci Integritas Generasi

×

Pendidikan Antikorupsi: Kunci Integritas Generasi

Sebarkan artikel ini

Dari ruang kelas hingga rumah, nilai jujur dibangun sejak dini

Pendidikan antikorupsi jadi kunci membangun integritas generasi. KPK dorong nilai jujur sejak dini hingga perguruan tinggi.
Pendidikan antikorupsi jadi kunci membangun integritas generasi. KPK dorong nilai jujur sejak dini hingga perguruan tinggi. Foto: Dok KPK

Jakarta, Voicejogja.com Di tengah riuh kasus korupsi yang terus bergulir, ada kerja sunyi yang menentukan masa depan: pendidikan antikorupsi. Bagi banyak keluarga dan pelajar, nilai kejujuran yang ditanam hari ini menjadi penentu arah Indonesia di masa depan.

Momentum Hari Pendidikan Nasional mengingatkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang tumbuhnya integritas yang akan dibawa hingga dewasa.

Pendidikan sebagai Fondasi Integritas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menempatkan pendidikan sebagai soko guru integritas. Nilai dan kebiasaan yang terbentuk sejak dini dinilai menjadi penentu apakah seseorang mampu menjaga prinsip saat menghadapi godaan.

“Pendidikan adalah cara paling mendasar untuk memastikan korupsi tidak terus berulang,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Bagi KPK, pendekatan ini melengkapi upaya pencegahan dan penindakan. Jika penindakan bekerja di hilir, maka pendidikan menjaga hulu agar tetap bersih.

Masuk ke Semua Jenjang Pendidikan

Pendidikan antikorupsi terus didorong hadir di semua jenjang, mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi. Pendekatannya tidak berhenti pada teori, tetapi menyasar pembentukan karakter melalui nilai-nilai integritas.

Nilai seperti jujur, mandiri, tanggung jawab, hingga kerja keras dirangkum dalam konsep yang dikenalkan kepada peserta didik sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Langkah ini diperkuat dengan peluncuran buku panduan pendidikan antikorupsi bagi perguruan tinggi dan tenaga pengajar pada Maret 2026. Hingga kini, sekitar 80 persen kampus telah mengintegrasikan materi tersebut dalam pembelajaran.

Mengukur dan Memperbaiki Sistem

KPK juga menggunakan Survei Penilaian Integritas Pendidikan sebagai alat untuk melihat kondisi nyata di sektor pendidikan. Hasilnya menjadi dasar dalam memperbaiki tata kelola agar lebih transparan dan akuntabel.

“Ruang belajar seharusnya menjadi tempat paling aman bagi nilai integritas,” kata Budi.

Bagi masyarakat, keterlibatan dalam survei ini menjadi bagian penting untuk memastikan sistem pendidikan berjalan jujur dan terbuka.

Peran Keluarga dan Ruang Sosial

Di luar sekolah, pendidikan informal memegang peran yang tidak kalah besar. Nilai integritas tumbuh dari percakapan sehari-hari, keputusan kecil, hingga teladan di lingkungan sekitar.

Melalui berbagai inisiatif seperti ACFFest dan gerakan Suara Antikorupsi, KPK mendorong partisipasi masyarakat agar nilai ini hidup di ruang publik.

Pendidikan antikorupsi pada akhirnya bukan hanya urusan sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Menjaga Masa Depan dari Akar

Bagi Jogja dan kota-kota lain yang bertumpu pada dunia pendidikan, pesan ini menjadi semakin relevan. Integritas bukan sekadar materi pelajaran, melainkan fondasi yang menentukan arah generasi ke depan.

Upaya ini memang tidak instan. Ia tumbuh perlahan, sering kali tanpa sorotan, tetapi menjadi penopang utama agar bangsa tidak terus berputar dalam masalah yang sama.

Penutup
Dari ruang kelas hingga kehidupan sehari-hari, pendidikan antikorupsi bekerja dalam diam. Namun dari sanalah harapan tumbuh, bahwa masa depan bisa dibangun tanpa mengulang kesalahan yang sama.

Sumber: KPK