Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoriteLifestylePemerintah

Pemkot Yogya Waspadai Campak, Warga Diminta Cek Imunisasi

×

Pemkot Yogya Waspadai Campak, Warga Diminta Cek Imunisasi

Sebarkan artikel ini

Meski kasus masih terkendali, kewaspadaan tetap penting untuk melindungi anak-anak.

Pemkot Yogyakarta mewaspadai campak meski kasus masih terkendali. Warga diminta mengecek imunisasi anak untuk mencegah penularan. Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Demam tinggi disertai ruam merah pada anak sering dianggap penyakit biasa. Namun di balik gejala itu, campak bisa menjadi ancaman kesehatan serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Di Kota Yogyakarta, kasus campak memang masih terkendali. Meski demikian, Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak warga untuk lebih waspada dengan memastikan status imunisasi campak pada anak sudah lengkap.

Kasus campak Masih Terkendali di Yogya

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menjelaskan bahwa hingga Februari 2026 terdapat 6 kasus positif campak di Kota Yogyakarta.

Seluruh pasien tersebut telah dinyatakan sembuh.

Kasus tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap 45 kasus suspek campak yang dilaporkan.

Pada tahun sebelumnya, jumlah kasus campak di Kota Yogyakarta tercatat sekitar 13 kasus.

“Setiap tahun pasti muncul kasus campak. Kita masih relatif terkendali dan tidak ada peningkatan yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Masyarakat kami harap tetap harus waspada, tapi jangan panik,” kata Lana.

Kenali Gejala dan Cara Penularan

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Morbilivirus dan dapat menular dengan cepat.

Penularannya dapat terjadi melalui percikan batuk atau bersin penderita, serta kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, batuk kering, serta munculnya ruam merah pada kulit.

Dalam kondisi tertentu, campak dapat menimbulkan komplikasi serius.

Virus dapat menyebar ke otak dan menyebabkan radang selaput otak, atau menyerang paru-paru hingga menimbulkan pneumonia.

Pentingnya Imunisasi Campak

Campak termasuk dalam kelompok penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Di Kota Yogyakarta, cakupan imunisasi campak tercatat cukup tinggi, berada di kisaran 95–96 persen.

Namun Lana menegaskan bahwa imunisasi tetap perlu dipastikan lengkap karena perlindungan yang optimal sangat bergantung pada cakupan vaksinasi masyarakat.

Imunisasi Measles and Rubella (MR) diberikan pertama kali saat bayi berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan booster pada usia 18 bulan.

“Cek status imunisasi anak-anak kita. Kalau misalkan belum lengkap, segera dikejar langsung ke puskesmas terdekat. Tidak ada batas kedaluwarsa imunisasi pada bayi dan balita,” jelasnya.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Kasus Ditemukan di Beberapa Wilayah Kota

Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Dwi Ana Sulistyani menyampaikan bahwa enam kasus campak yang ditemukan sebagian besar dialami anak usia balita.

Usia termuda pasien tercatat 10 bulan, sementara satu kasus terjadi pada orang dewasa.

Sebanyak dua kasus diketahui belum mendapatkan imunisasi campak.

Kasus tersebut ditemukan di beberapa kemantren di Kota Yogyakarta, antara lain Kotagede, Mantrijeron, Umbulharjo, Mergangsan, Jetis, dan Tegalrejo.

“Kasus Kotagede misalnya ditelusuri setelah melakukan perjalanan dari Bogor. Masa inkubasi sekitar satu sampai dua minggu, sehingga kemungkinan tertular saat berada di luar kota,” kata Ana.

Ia juga mengingatkan bahwa pada orang dewasa, campak justru dapat menimbulkan gejala yang lebih berat.

Peran Warga Menjaga Kesehatan Lingkungan

Selain memastikan imunisasi lengkap, warga juga diingatkan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Anak yang mengalami demam tinggi disertai gejala campak dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat, terutama jika kondisi tidak membaik dalam beberapa hari.

Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting agar penularan campak dapat dicegah sejak dini.

Bagi Kota Yogyakarta, langkah pencegahan seperti imunisasi dan kesadaran kesehatan keluarga menjadi fondasi penting untuk menjaga generasi muda tetap sehat di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.(Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id