Yogyakarta, Voicejogja.com – Medali yang dibawa pulang para atlet bukan sekadar angka dalam papan klasemen. Di baliknya ada latihan panjang, dukungan keluarga, dan harapan besar agar prestasi olahraga terus tumbuh di Kota Yogyakarta.
Semangat itulah yang terasa saat Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan tali asih sekitar Rp6,1 miliar kepada ratusan atlet dan pelatih peraih medali dalam Porda DIY 2025. Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas capaian yang mengharumkan nama Kota Yogya di ajang olahraga daerah.

Apresiasi untuk Atlet Berprestasi
Penyerahan tali asih dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo kepada perwakilan atlet peraih medali Porda DIY 2025.
Penghargaan tersebut diberikan kepada para atlet dan pelatih yang telah membawa Kota Yogyakarta meraih prestasi dalam berbagai cabang olahraga.
Hasto menegaskan bahwa dukungan terhadap pembinaan olahraga tetap menjadi perhatian pemerintah kota, meskipun saat ini dilakukan efisiensi dalam pengelolaan APBD.
“Pemerintah Kota Yogya tetap ingin mengapresiasi terus prestasi-prestasi olahraga yang ada di Kota Yogyakarta kepada semua cabang olahraga. Meskipun anggaran APBD diefisienkan, yang tidak diefisienkan adalah anggaran KONI,” kata Hasto saat penyerahan tali asih di Umbulharjo, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, penghargaan kepada atlet bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga semangat kompetisi olahraga di Kota Yogyakarta.
Menyiapkan Langkah Menuju Porda 2027
Hasto mengingatkan bahwa prestasi olahraga tidak muncul secara tiba-tiba. Proses panjang latihan dan pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam membentuk atlet yang tangguh.
Ia menilai pengalaman pada Porda DIY 2025 dapat menjadi bahan pembelajaran bagi atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga untuk menatap ajang berikutnya.
Pada Porda DIY 2027, Kota Yogyakarta akan berlaga di Kabupaten Kulon Progo. Targetnya, capaian prestasi dapat meningkat dibandingkan perolehan sebelumnya.
“Saya berharap kepada Ketua Umum KONI dan jajarannya untuk secara objektif memilih atlet-atlet yang berprestasi. Kemudian kita latih dan persiapkan untuk menghadapi tahun 2027,” ujar Hasto.
Dengan capaian peringkat ketiga pada penyelenggaraan sebelumnya, peluang Kota Yogya untuk meraih lebih banyak medali emas dinilai masih terbuka.

Catatan Prestasi Atlet Kota Yogya
Ketua Umum KONI Kota Yogyakarta Dedi Budiono menyampaikan bahwa dalam Porda DIY 2025, Kota Yogya mengumpulkan 131 medali emas, 129 perak, dan 154 perunggu.
Prestasi tersebut datang dari berbagai cabang olahraga, di antaranya balap sepeda, bola basket, bola voli, e-sport, karate, golf, koorfball, panjat tebing, sepatu roda, dan tenis meja.
Menurut Dedi, tali asih yang diberikan pemerintah kota merupakan bentuk penghargaan terhadap kontribusi nyata para atlet dalam membawa nama Kota Yogyakarta di panggung olahraga daerah.
“Tali asih ini sudah mulai dicairkan langsung ke rekening masing-masing atlet dan pelatih. Kami harap ini menjadi penyatu tekad untuk meraih hasil yang lebih baik di Kulon Progo nanti,” katanya.
Kisah Atlet di Balik Mendali
Beberapa atlet mencatat prestasi menonjol dalam ajang tersebut. Ahmad Yoga Ilham Firdaus menjadi atlet individu putra terunggul dengan koleksi tiga medali emas.
Sementara dari sektor putri, Neila Nur Ratnama Anakya meraih lima medali emas di cabang sepatu roda.
Neila mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta kepada para atlet berprestasi.
Ia mengenang tantangan yang dihadapi saat berlaga di Gunungkidul, terutama kondisi sirkuit yang tidak ideal. Namun pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan yang memperkuat tekadnya sebagai atlet.
“Alhamdulillah senang, sesuai target pemberian bonusnya. Mungkin ditabung buat ke depannya,” ujarnya. (Oi)
Sumber: warta.jogjakota.go.id














