Sleman, Voicejogja.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, peluang kerja baru mulai terbuka dari ruang yang sebelumnya tak terbayangkan. Di Sleman, sejumlah warga dari keluarga rentan miskin kini mendapat kesempatan mempelajari drone dan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai bekal masa depan.
Program Pelatihan Drone Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sleman ini menjadi langkah pemberdayaan yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan industri digital.

Kolaborasi untuk Pemberdayaan warga
Pelatihan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di wilayah Kapanewon Depok.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, serta LPK Pusat Pelatihan Drone Indonesia (PPDI).
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini Kepala Dinas Sosial Sleman Sigit Indarto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Epiphana Kristiyani, serta Panewu Depok Joko Mulyanto yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pelatihan di wilayahnya.
Bagi Sleman, program seperti ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses keterampilan bagi warga yang selama ini memiliki keterbatasan peluang.
Focus pada Ketrampilan Industri Digital
Kepala LPK PPDI Franko Nero menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang merupakan warga Sleman pemegang Kartu KKM/KKRM (Keluarga Miskin/Rentan Miskin).
Para peserta tidak hanya belajar menerbangkan drone, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan industri.
“Tujuan utama kami adalah memberikan skill baru yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Peserta tidak hanya diajarkan menerbangkan drone, tapi juga bagaimana mengolah data menjadi konten profesional menggunakan Artificial Intelligence (AI),” ujar Franko.
Pendekatan ini dinilai penting agar peserta memiliki kemampuan yang lebih luas, tidak sekadar teknis tetapi juga kreatif dan produktif secara digital.

Pelatihan Intensif Selama 100 Jam
Program pelatihan ini berlangsung selama 12 hari dengan total 100 Jam Pelajaran (JPL).
Tahap pertama dilaksanakan pada 10–14 Maret 2026, sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung 23–30 Maret 2026.
Materi yang diberikan mencakup Basic Drone, Advance Video dan Mapping, pembuatan konten berbasis AI, hingga digital marketing menggunakan aplikasi seperti Canva dan CapCut.
Kombinasi materi tersebut dirancang agar peserta memiliki keterampilan praktis sekaligus memahami cara memasarkan karya mereka di ruang digital.
Membuka Akses Pekerjaan Baru
Melalui program JPS Sleman, pemerintah daerah berharap pelatihan ini mampu membuka peluang kerja baru bagi warga.
Lulusan pelatihan diproyeksikan dapat bekerja sebagai admin media sosial, pilot drone untuk sektor pariwisata, pertambangan, maupun properti.
Selain itu, peserta juga berpeluang menjadi remote worker di bidang seni berbasis AI, sebuah sektor yang kini berkembang pesat di dunia digital.
“Kami ingin para peserta memiliki semangat dan disiplin tinggi selama berlatih, sehingga setelah lulus mereka benar-benar siap bersaing di pasar kerja atau bahkan membuka usaha mandiri,” kata Franko.
Bagi Sleman, pelatihan seperti ini bukan sekadar kegiatan belajar teknologi. Ia menjadi bagian dari upaya membuka jalan baru bagi warga untuk bangkit melalui keterampilan, di tengah perubahan dunia kerja yang semakin digital.(Oi)














