Scroll untuk baca artikel
BisnisDaerahEkonomiFavorite

PDIN Yogyakarta Perkuat Desain IKM di Ajang JIFFINA 2026

×

PDIN Yogyakarta Perkuat Desain IKM di Ajang JIFFINA 2026

Sebarkan artikel ini

Dari Jogja, inovasi desain industri didorong untuk memperkuat daya saing IKM nasional.

PDIN Yogyakarta memperkuat peran sebagai pusat desain industri bagi IKM nasional, menghadirkan inovasi, teknologi, dan kurasi produk di ajang JIFFINA 2026. foto: Istimewa

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di tengah ramainya Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2026, perhatian pengunjung tak hanya tertuju pada produk furnitur dan kerajinan yang dipamerkan. Di balik karya-karya itu, ada proses panjang desain dan inovasi yang menjadi fondasi kekuatan industri kreatif.

Salah satu ruang yang mendorong proses tersebut adalah Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta, yang terus mengembangkan peran sebagai pusat inovasi desain bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Foto: Istimewa

Jogja sebagai Rumah Inovasi Desain

Bernaung di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Yogyakarta, PDIN hadir dengan visi menjadikan desain sebagai motor penggerak industri kreatif.

Peran ini disampaikan oleh Mika dari bagian galeri PDIN saat ditemui pada hari ketiga JIFFINA 2026, Senin (9/3/2026), di Jogja Expo Center.

Menurutnya, PDIN tidak sekadar menjadi ruang komunitas bagi para desainer, tetapi juga fasilitas pengembangan yang membantu pelaku industri meningkatkan kualitas produknya.

“Di PDIN lebih ke desain. Kita bisa membantu untuk pemotongan kulit atau kayu karena ada mesin khusus untuk itu,” ujar Mika.

Fasilitas tersebut memungkinkan pelaku IKM menghasilkan prototipe produk dengan presisi lebih baik sebelum diproduksi secara luas.

Penguatan SDM dan Akses Refrensi Global

Selain menyediakan fasilitas teknologi, PDIN juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang desain industri.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan yang membantu pelaku usaha memahami tren desain serta kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Melalui pendekatan ini, PDIN berupaya menghadirkan referensi desain yang relevan dengan pasar nasional maupun global.

Desain tidak lagi dipandang sekadar estetika, tetapi sebagai strategi inovasi yang dapat memperkuat daya saing industri kecil dan menengah.

Kurasi Ketat untuk Menjaga Kualitas Produk

Produk yang dipamerkan di galeri PDIN Yogyakarta tidak langsung ditampilkan begitu saja.

Setiap karya harus melewati proses kurasi setelah melalui tahap pembinaan. Proses ini memastikan kualitas desain, fungsi, dan nilai inovasi produk sebelum diperkenalkan kepada publik.

Saat ini, galeri PDIN menampilkan karya dari enam perusahaan, yaitu Nebula Craftwork, T Vintage and Recycle Steel, Nangoma, Wastraloka, Yuka Stoneart, dan Mandiri Bambu.

“Untuk masuk ke galeri, barang-barangnya harus lewat proses akurasi atau kurasi dulu setelah tahap pembinaan,” kata Mika.

Proses tersebut menjadi cara PDIN menjaga standar kualitas sekaligus mendorong pelaku usaha terus meningkatkan kreativitas produknya.

Foto: Istimewa

Ruang Kolaborasi bagi Industri Kreatif

Bagi pelaku industri yang ingin mengembangkan desain produk, PDIN membuka ruang konsultasi dan pemanfaatan fasilitas di kantor mereka yang berada di Jl. C. Simanjuntak, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta.

Informasi kegiatan serta program terbaru juga dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @pdin.id.

Mika berharap keberadaan PDIN mampu terus memacu semangat pelaku usaha untuk berkembang melalui inovasi desain.

“Semoga para pelaku UMKM tetap sukses dan terus semangat,” ujarnya.

Di tengah pertumbuhan industri kreatif Yogyakarta, kehadiran ruang seperti PDIN menjadi penting. Dari kota ini, desain tidak hanya lahir sebagai karya, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang memberi masa depan bagi banyak pelaku usaha.(Oi)