Jakarta, VoiceJogja.com – Harapan menuju musim kompetisi 2026 mulai disusun dari pemusatan latihan nasional. Daftar 74 atlet pelatnas PBSI resmi ditetapkan, menjadi fondasi baru bagi perjalanan bulutangkis Indonesia tahun ini.
Bagi pecinta bulutangkis di Jogja, kabar ini bukan sekadar daftar nama. Ia adalah penanda arah regenerasi, konsistensi prestasi, dan masa depan olahraga yang sejak lama menjadi kebanggaan bangsa.
Komposisi Pelatnas 2026
Melalui Surat Keputusan KEP/007/PBSI/II/2026, PP PBSI menetapkan 74 atlet untuk mengikuti program pelatihan nasional (pelatnas) tahun 2026.
Para atlet tersebut terbagi dalam lima sektor: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Mereka juga dikelompokkan dalam dua kategori, yakni utama dan pratama.
Dari total tersebut, tiga atlet merupakan wajah baru hasil prestasi sepanjang 2025. Mereka adalah Mayla Cahya Afilian Pratiwi di sektor tunggal putri serta pasangan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka di ganda putra. Selebihnya merupakan atlet-atlet eksisting.
Jumlah ini dipastikan masih akan bertambah setelah proses Seleksi Nasional 2026 rampung pada Maret mendatang.
Sektor Tunggal dan Ganda
Di sektor tunggal putra utama terdapat Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, Moh. Zaki Ubaidillah, dan Yohanes Saut Marcellyno. Sementara di pratama, nama-nama seperti Prahdiska Bagas Shujiwo hingga Muhamad Yusuf mengisi daftar.
Tunggal putri utama dihuni Putri Kusuma Wardani, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Gregoria Mariska Tunjung. Di kelompok pratama, tujuh atlet termasuk Mayla Cahya Afilian Pratiwi menjadi bagian dari pembinaan.
Pada sektor ganda putra utama, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Daniel Marthin, Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana, Leo Rolly Carnando, Rahmat Hidayat, Nikolaus Joaquin, Raymond Indra, Ali Faathir Rayhan, dan Devin Artha Wahyudi masuk dalam komposisi. Sepuluh atlet lainnya mengisi kelompok pratama, termasuk pasangan Alexius Ongkytama Subagio dan Aquino Evano Keneddy Tangka.
Ganda putri utama berisi sepuluh nama, di antaranya Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Febriana Dwipuji Kusuma, Amallia Cahaya Pratiwi, hingga Rinjani Kwinnara Nastine. Enam atlet masuk kelompok pratama.
Sektor ganda campuran utama mencantumkan 11 atlet, termasuk Adnan Maulana, Indah Cahaya Sari Jamil, Amri Syahnawi, hingga Verrell Yustin Mulia. Kelompok pratama diisi enam atlet, di antaranya Bimo Prasetyo dan Luna Rianty Saffana.
Regenerasi dan Arah Pembinaan
Penetapan 74 atlet pelatnas ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan prestasi bulutangkis Indonesia. Regenerasi berjalan berdampingan dengan konsistensi atlet senior yang telah lebih dulu mengukir prestasi.
Bagi Jogja yang memiliki komunitas bulutangkis aktif dan banyak klub pembinaan usia dini, dinamika pelatnas menjadi inspirasi tersendiri. Setiap nama dalam daftar ini adalah bukti bahwa jalur pembinaan nasional terus terbuka bagi atlet berprestasi dari berbagai daerah.
Pelatnas bukan hanya ruang latihan, melainkan ruang pembentukan mental, disiplin, dan karakter. Di situlah masa depan bulutangkis Indonesia dirancang secara sistematis.
Menjaga Harapan dari Pusat hingga Daerah
Dari Jakarta hingga Jogja, semangatnya sama: menjaga tradisi juara dan membangun generasi berikutnya. Daftar atlet pelatnas PBSI 2026 menjadi pengingat bahwa prestasi lahir dari proses panjang, bukan hasil instan.
Bagi masyarakat Yogyakarta yang akrab dengan atmosfer turnamen kampung hingga kejuaraan daerah, kabar ini menegaskan bahwa mimpi menuju pelatnas tetap terbuka. Kerja keras di level lokal dapat berujung pada panggung nasional.
Bulutangkis selalu punya tempat di hati publik. Dan 74 atlet pelatnas 2026 kini memikul harapan itu menuju musim kompetisi yang baru.(Oi)
Sumber: Pbsi.id














