Kulon Progo, Voicejogja.com – Pagi itu, Pasar Bendungan terasa berbeda. Lantai yang lebih bersih, lorong yang lebih lapang, dan wajah pedagang yang mulai kembali menyimpan harapan setelah riuh Lebaran mereda.
Aksi kurvei di Kulon Progo bukan sekadar bersih-bersih, tetapi upaya menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat dari ruang yang paling dekat dengan warga.
Kurvei Jadi Gerakan Bersama
Ratusan personel gabungan dari ASN, TNI, Polri, hingga masyarakat turun langsung membersihkan setiap sudut Pasar Bendungan.
Aksi bertajuk “Kulon Progo ASRI” ini dilakukan untuk memastikan pasar kembali nyaman, sehat, dan layak dikunjungi.
Di ruang publik seperti pasar, kebersihan menjadi wajah pertama yang menentukan apakah warga akan datang atau memilih menjauh.
Kebersihan dan Daya Tarik Pasar
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan pasar sebagai kunci menarik pembeli.
“Kami mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kulon Progo untuk ‘melarisi’ atau berbelanja di pasar rakyat. Selain menjaga kebersihan, kita harus peduli pada perputaran ekonomi lokal agar pasar tidak sepi,” ujarnya.
Ajakan ini menegaskan bahwa pasar bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga ruang hidup ekonomi warga.

Edukasi Lingkungan dan Tanggung Jawab Bersama
Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma menekankan bahwa pasar bersih adalah tanggung jawab bersama.
“Jika pasar bersih, sehat, dan aman, masyarakat akan merasa nyaman dan tidak ragu untuk datang. Ini bukan hanya tugas pedagang, tapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Pesan ini menjadi penting, terutama dalam membangun kebiasaan generasi muda untuk menjaga lingkungan sejak dari ruang terdekat.
Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo mulai menerapkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah.
Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah bernilai ekonomis dipilah untuk didaur ulang, sementara residu menjadi bagian terakhir yang dibuang ke TPA.
Langkah ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru dari pengelolaan sampah.
Dampak Langsung bagi Pedagang
Perubahan suasana pasar langsung dirasakan para pedagang.
Ngadiyono, salah satu pedagang, mengaku suasana yang lebih bersih membuat pembeli lebih nyaman.
“Mantap! Alhamdulillah pasar jadi lebih bersih dan rapi. Kalau lingkungannya nyaman begini, insya Allah rezeki juga makin lancar karena pembeli senang datang,” tuturnya.
Bagi mereka, kebersihan bukan sekadar estetika, tetapi bagian dari keberlangsungan usaha sehari-hari.
Kulon Progo dan Kekuatan Gotong Royong
Di Kulon Progo, pasar menjadi cermin bagaimana Jogja merawat kehidupan warganya.
Aksi kurvei ini menunjukkan bahwa kebersihan, ekonomi, dan kebersamaan bisa berjalan beriringan.
Dari pasar yang resik, harapan itu tumbuh (pelan, tetapi nyata) menghidupkan kembali ruang-ruang ekonomi rakyat yang menjadi nadi Jogja.(Oi)
Sumber: Kulonprogokab.go.id














