Gunungkidul, Voicejogja.com – Terminal Tipe C Semin di Gunungkidul dipenuhi suasana haru dan kebahagiaan saat rombongan pemudik akhirnya tiba di kampung halaman. Pelukan keluarga, senyum warga, dan cerita perjalanan panjang dari perantauan menjadi pemandangan yang terasa akrab setiap musim mudik.
Melalui program Mudik Bebarengan Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) 2026, ribuan perantau dari wilayah Jabodetabek kembali pulang bersama ke tanah kelahiran mereka.
Ribuan Perantau Tiba di Terminal Semin
Rombongan pemudik tiba di Terminal Tipe C Semin pada Minggu (15/3/2026) dan disambut langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, bersama sejumlah pejabat daerah.
Kehadiran pemerintah daerah menjadi simbol sambutan hangat bagi warga perantauan yang telah menempuh perjalanan panjang menuju Gunungkidul.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pengurus Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) yang telah memfasilitasi kepulangan warga secara gotong royong.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Yanto (Suyanto) sebagai perwakilan dari Ketua Umum IKG karena telah ditugaskan untuk menerima para perantau keluarga besar IKG di Terminal Semin ini,” ujar Endah.
Gotong Royong Komunitas Perantau
Ketua IKG sekaligus Ketua Panitia Mudik Bebarengan 2026, Suyanto, menyampaikan bahwa program mudik tahun ini melibatkan 31 armada bus yang membawa sekitar 1.570 peserta menuju Gunungkidul.
Seluruh kegiatan didukung secara swadaya oleh para donatur dan warga IKG sendiri sebagai bentuk solidaritas komunitas perantau.
Menurut Suyanto, kegiatan sosial akan tetap menjadi prioritas utama organisasi ke depan.
“IKG ke depan harus lebih fokus di bidang sosial tanpa mengesampingkan bidang lainnya. Bidang sosial ini harus kita kelola karena bagi IKG, kegiatan sosial adalah prioritas nomor satu,” tegasnya.

Transportasi Bersama Lebih Aman
Dari sisi pengelolaan transportasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul menilai program mudik bersama memberikan manfaat bagi kelancaran perjalanan warga.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Irawan Jatmiko menyebut pola perjalanan kolektif membantu pengaturan arus kendaraan sekaligus meningkatkan standar keselamatan pemudik.
“Kegiatan ini sangat membantu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan standar keselamatan. Bagi Bapak dan Ibu, ini jauh lebih efisien, lebih murah, dan pastinya semuanya akan lebih aman,” kata Irawan.
Ia berharap program ini dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang lebih besar pada tahun mendatang.
Menjaga Kerukunan di Kampung Halaman
Kembalinya ribuan warga perantauan ke Gunungkidul menjadi momentum mempererat hubungan keluarga sekaligus menghidupkan kembali kampung halaman.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, ketertiban, serta keharmonisan selama masa libur.
Momentum ini berdekatan dengan perayaan Nyepi pada 19 Maret 2026 serta Idulfitri pada 20–21 Maret 2026, sehingga masyarakat diharapkan tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Di tengah tradisi mudik yang terus hidup, kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa Gunungkidul selalu memiliki tempat pulang bagi warganya, di mana pun mereka merantau.(Oi)
Sumber: Gunungkidulkab.go.id














