Kulon Progo, VoiceJogja.com – Suasana Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjelang Lebaran terasa sibuk namun tertata rapi. Pemudik disambut dengan layanan fleksibel dan fasilitas inklusif, menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi keluarga yang kembali ke kampung halaman.
Dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, YIA memastikan kesiapan penuh mulai dari personel operasional hingga mitigasi bencana, memperkuat peran bandara sebagai gerbang transportasi yang humanis bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Kesiapan Operasional dan Personel
General Manager YIA, Ruly Artha, menyatakan seluruh lini operasional di bawah PT Angkasa Pura Indonesia bekerja ekstra. Mulai 13 hingga 30 Maret 2026, bandara beroperasi 24 jam penuh untuk mengakomodasi extra flight tanpa mengurangi standar layanan.
“Kami menyiagakan 669 personel gabungan. Fokus kami adalah fleksibilitas dalam mengakomodasi extra flight sambil tetap menjaga kenyamanan pemudik,” ujar Ruly saat menerima kunjungan Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, pada 4 Maret 2026.
Kesiapan ini menjadi bukti integritas YIA dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang mudik, sekaligus meminimalkan potensi gangguan selama periode padat.

Infrastruktur Tahan Bencana dan Fasilitas Inklusif
YIA menonjolkan fasilitas yang dirancang tahan bencana, mulai dari sistem peringatan dini gempa dan tsunami hingga tim pemadam kebakaran (ARFF) siap siaga. Sistem drainase yang baik juga memastikan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.
Dengan proyeksi 259.491 penumpang, manajemen bandara menerapkan Management Operation Based on Traffic (MOT) untuk memantau kepadatan secara real-time. Pemudik dapat memanfaatkan layanan seperti Buggy Car, Virtual Customer Service, dan tombol SOS bagi penyandang disabilitas.
Suasana Ramadhan di bandara juga terasa hangat berkat live music dan dekorasi tematik. Predikat sebagai salah satu bandara terbersih di Asia-Pasifik (ACI ASQ Award 2025) dijaga melalui penempatan petugas pembersih khusus di setiap titik sibuk.

Pengawasan Kesehatan dan Integrasi Transportasi
Kesehatan tetap menjadi prioritas dengan pemasangan thermal scanner, mengantisipasi potensi penyebaran Virus Nipah dari pelaku perjalanan internasional. Langkah ini menunjukkan komitmen YIA dalam menghadirkan layanan mudik yang aman dan sehat.
Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menilai kesiapan YIA sangat komprehensif. Mulai dari integrasi moda transportasi hingga kontrol pelayanan, semua aspek diperhatikan untuk memastikan arus mudik lancar.
“Persiapan sarana transportasi dan pelayanan untuk pemudik di YIA sudah dipaparkan dengan sangat detil. Kami memastikan layanan terbaik bagi masyarakat yang pulang kampung,” ungkap Agung.(Oi)
Sumber: Kominfo Kulon Progo














