Scroll untuk baca artikel
BudayaDaerahFavoritePemerintahPeristiwa

Menjaga Ruwah, Menyambut Ramadan: Wabup Gunungkidul Tekankan Iman dan Ketahanan Sosial Warga

×

Menjaga Ruwah, Menyambut Ramadan: Wabup Gunungkidul Tekankan Iman dan Ketahanan Sosial Warga

Sebarkan artikel ini
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto ajak warga perkuat iman dan ketahanan sosial melalui pengajian ruwahan jelang Ramadan di Girisubo. foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul, Voicejogja.com – Menjelang Ramadan, denyut spiritual warga Gunungkidul kembali terasa dari masjid dan majelis pengajian. Tradisi ruwahan tidak sekadar menjadi penanda waktu, tetapi ruang bersama untuk merawat iman, memperkuat solidaritas, dan meneguhkan arah hidup bermasyarakat.

Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ar-Rozaq di Padukuhan Salam 2, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, saat pengajian rutin selapanan ruwahan digelar. Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir menyapa jamaah sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya dimensi spiritual dalam perjalanan pembangunan daerah.

Di hadapan masyarakat, Joko Parwoto menegaskan bahwa kemajuan Gunungkidul tidak semata diukur dari infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi. Baginya, kualitas sumber daya manusia menjadi penopang utama, dengan iman yang kokoh, akhlak yang lurus, serta solidaritas sosial yang terjaga.

Masjid dan majelis pengajian, menurutnya, memegang peran strategis sebagai ruang pembinaan spiritual sekaligus penguat ketahanan sosial. Dari forum-forum inilah nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan gotong royong tumbuh serta diwariskan lintas generasi, nilai yang sejalan dengan ikhtiar menjadikan Gunungkidul sebagai daerah yang religius dan berkeadaban.

Joko Parwoto juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menjadikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai rujukan etis dalam perumusan kebijakan publik. Prinsip tawassuth, tasamuh, tawazun, dan ta’adul diupayakan hadir sebagai landasan menjaga keseimbangan pembangunan, sekaligus merawat kerukunan sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, diikhtiarkan agar setiap kebijakan daerah berpihak pada kemaslahatan umat, memperkuat persatuan, dan mengokohkan Gunungkidul sebagai wilayah yang rukun dan berdaya. Pemerintah daerah pun terus mendorong sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjawab persoalan sosial, termasuk penguatan ketahanan sosial dan pengentasan kemiskinan di tingkat desa.

Menjelang Ramadan, tradisi ruwahan dinilai menjadi momentum penting untuk muhasabah. Joko Parwoto mengajak masyarakat menjadikannya sebagai ruang introspeksi (eling lan waspada) menata niat, membersihkan hati, serta memperbaiki relasi dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Keyakinan pemerintah daerah sederhana namun mendasar: masyarakat yang religius dan rukun adalah fondasi utama kemajuan. Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis Gunungkidul dapat tumbuh sebagai daerah yang makmur, berkeadilan, dan memiliki jati diri yang kuat.

Usai sambutan Wakil Bupati, pengajian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Sugeng Wibowo. Jamaah mengikuti pengajian dengan khusyuk sebagai bagian dari persiapan batin menyongsong bulan suci Ramadan.

sumber: gunungkidulkab.go.id