Kulon Progo, Voicejogja.com – Suasana Aula Adikarto terasa hangat saat para pekerja, pengusaha, dan pemerintah duduk bersama dalam satu ruang. Peringatan May Day 2026 di Kulon Progo menghadirkan harapan baru tentang hubungan kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi warga Jogja.
Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan buruh dan pertumbuhan industri tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Ruang Bersama untuk Saling Menguatkan
Peringatan Hari Buruh Internasional di Kulon Progo diisi dengan dialog interaktif, workshop, hingga penyerahan simbolis klaim BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan ini juga menghadirkan hiburan musik, menghadirkan suasana yang lebih cair dan inklusif.
Pelaksanaan acara merupakan hasil kesepakatan antara serikat pekerja dan APINDO, agar peringatan berlangsung kondusif dan dapat menjangkau lebih banyak pekerja meski digelar di hari kerja.

Iklim Kerja yang Dijaga Bersama
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kulon Progo, Bambang Sutrisno, menyampaikan bahwa hubungan industrial di wilayah ini tergolong baik. Dari ratusan perusahaan yang beroperasi, persoalan ketenagakerjaan yang muncul relatif kecil dan dapat dikelola.
“Tujuan utama dari peringatan ini yakni agar karyawan dan perusahaan dapat maju serta sejahtera bersama dalam satu tekad,” ujarnya.
Sosialisasi terkait Upah Minimum Kabupaten juga terus dilakukan. Untuk sektor mikro, pengupahan disesuaikan melalui kesepakatan antara pekerja dan pemberi kerja, yang menjadi dasar utama hubungan kerja di sektor tersebut.
Baca Juga: SMAN 1 Temon, Kulon Progo
May Day sebagai Ruang Belajar
Ketua panitia, Teuku Dian Syahrul Riza, melihat May Day bukan sekadar agenda tahunan. Momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan pemahaman pekerja terhadap hak dan kewajiban mereka.
“Kegiatan hari ini bisa menjadi ruang dialog dan pembelajaran, khususnya dalam memahami hak dan kewajiban pekerja, perlindungan tenaga kerja, peningkatan produktivitas serta pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Kulon Progo Menjaga Arah Masa Depan Ketenagakerjaan
Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono, menegaskan bahwa pekerja merupakan tulang punggung kemajuan ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
“Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi hal yang tidak dapat ditawar untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetap menjadi prioritas utama di tengah kemajuan teknologi,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga terus mendorong program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri. Di sisi lain, pengusaha diharapkan menjaga hak pekerja, sementara pekerja terus menguatkan profesionalisme dan etos kerja.
Ruang komunikasi yang terbuka diharapkan melahirkan solusi-solusi baru, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan tenaga kerja, sekaligus memastikan Kulon Progo tetap menjadi bagian penting dari masa depan ketenagakerjaan di Yogyakarta. (Oi)
Sumber: Kulonprogokab.go.id














