KOTA YOGYA, voicejogja.com – Masjid Al Fatah Kotagede terus merperkuat sebagai ikon masjid ramah musafir di wilayah sisi timur Kota Yogyakarta. Selain menyediakan ruang rest area yang nyaman bagi pengunjung, juga disediakan fasilitas listrik dan aneka air mineral gratis.
Bahkan masjid yang berada di Jl. Kebun Raya, Rejowinangun, Kemantren Kotagede ini dilengkapi 12 closet sehingga pengunjung atau musafir dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk bersih diri.
Ketua Takmir Masjid Al Fatah Kotagede, Hendri Sasongko, menjelaskan bahwa masjid tersebut mengusung konsep berbasis jemaah dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan.
“Jadi masjid kami itu masjid yang berbasis jemaah. Artinya kita memperbanyak kegiatan itu dengan melibatkan dari jemaah. Maka kegiatannya kita banyak yang kolosal, seperti kegiatan takjil. Kita berupaya melibatkan seluruh elemen masyarakat, jemaah itu bisa ikut terlibat,” jelasnya.
Masjid Al Fatah juga dikenal sebagai masjid ramah musafir. Hendri menyebutkan pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti air minum gratis lengkap dengan kulkas, rest area dengan banyak colokan listrik untuk pengisian daya hp, serta fasilitas sanitasi yang memadai.
“Di masjid kita itu kita sediakan kamar mandi saja itu 12. Belum nanti untuk kran-kran kita perbanyak di berbagai sisi,” ungkap Hendri.
Khusus Ramadan tahun ini, lanjut Hendri, takmir menyediakan 600 porsi takjil gratis setiap hari dengan anggaran Rp 10 ribu per porsi. Pelaksanaannya melibatkan pemberdayaan perempuan di lingkungan masjid hingga tingkat dasawisma di RW dan RT.
“Harapan kita, kita bisa berkomitmen untuk memakmurkan masjid. Kita landasi dengan niat lillahi ta’ala, bekerja di rumah Allah. Segala kegiatan itu bermuara kepada kemakmuran masjid, baik kemakmuran kegiatan ibadah maupun kemakmuran jemaah dan warga,” pungkasnya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai menggelar safari tarawih di Masjid Al Fatah Kotagede, Minggu (1/3/2026). Ia mengatakan kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan bantuan silaturahmi tarawih dari sejumlah mitra, yang totalnya digenapkan menjadi Rp 12 juta untuk mendukung penyediaan takjil buka bersama selama dua hari.
Bantuan tersebut berasal dari Bank BPD DIY sebesar Rp 2,5 juta, PDAM Tirtamarta Rp 2 juta, Baznas Kota Yogyakarta Rp 2 juta, Bank Jogja Rp 2 juta, serta Jogjatama Vishesa Rp 1 juta. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menggenapkan jumlah bantuan sehingga total yang diserahkan mencapai Rp 12 juta.
Hasto Wardoyo, mengapresiasi perkembangan Masjid Al Fatah yang dinilai tidak hanya dimakmurkan jemaah, tetapi juga memakmurkan masyarakat sekitar dan para musafir.
“Ya, ini masjid yang berkembang, tumbuh bagus, karena masjid ini memperhatikan musafir. Jadi orang-orang yang bermalam di Jogja tapi tidak kebagian tempat bermalam itu sering bisa tinggal di sini. Sehingga ini ngopeni orang lain. Jadi masjid memakmurkan orang lain, banyak memakmurkan orang itu. Tidak hanya dimakmurkan orang tapi memakmurkan orang,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, antusiasme jemaah di masjid tersebut cukup tinggi. Setiap hari, takjil yang dibagikan bisa mencapai 600 porsi, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 6 juta per hari.
“Makanya di sini jemaahnya lumayan ramai, kemudian takjilnya juga kalau enggak hujan sampai 600. Sehari paling enggak harus 6 juta. Sehingga ini masjid yang ramai, yang strategis. Saya berharap lingkungannya bareng-barenglah kita jaga, supaya lingkungannya bagus, rapi,” kata Hasto.
Pihaknya juga menyampaikan gagasan agar kawasan sekitar masjid dapat semakin hidup, termasuk kemungkinan pengembangan pasar Ramadan di sekitar Kebun Binatang Gembira Loka Zoo. Menurutnya, penataan yang rapi dan dukungan masyarakat dapat menjadikan kawasan tersebut semakin ramai dan memberi manfaat bagi masjid maupun warga. (Ch/Mbah M)
Editor : Mukhlisin Mustofa/Red














