Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanDaerahFavoriteLifestylePemerintah

MAS KRISNA dan Wajah Baru Kesiapsiagaan Kota Yogyakarta

×

MAS KRISNA dan Wajah Baru Kesiapsiagaan Kota Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
MAS KRISNA hadir sebagai satgas Linmas terlatih di Yogyakarta, memperkuat kesiapsiagaan bencana dan perlindungan warga kota. foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Di kota yang padat aktivitas dan rentan situasi darurat, kesiapsiagaan tak bisa ditawar. Yogyakarta kini memiliki MAS KRISNA, satuan Linmas terlatih yang hadir lebih dekat dengan warga, bergerak cepat saat risiko datang, dan bekerja dalam senyap demi keselamatan bersama.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui pembentukan Satuan Tugas Linmas Kurangi Risiko Bencana atau MAS KRISNA. Satuan khusus ini dirancang sebagai garda pendukung penanganan kebencanaan, melengkapi peran Linmas reguler dengan kemampuan yang lebih spesifik dan kesiapsiagaan yang terlatih.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menjelaskan bahwa kehadiran MAS KRISNA berangkat dari kesadaran akan potensi bencana yang selalu mengintai, baik bencana alam maupun kondisi darurat lain di wilayah perkotaan. Karena itu, dibentuk tim Linmas dengan pembekalan khusus agar mampu bergerak cepat, tepat, dan terukur saat situasi genting.

Foto: Dok Warta,jogjakota.go.id

“MAS KRISNA merupakan satuan khusus Linmas yang disiagakan untuk membantu mengurangi risiko dan menangani kebencanaan. Personel dibekali pelatihan khusus agar mampu bergerak cepat dan tepat saat kondisi darurat,” ujar Octo Noor Arafat.

Saat ini, MAS KRISNA diperkuat oleh 30 personel yang secara rutin mengikuti pelatihan dan peningkatan kapasitas setiap tiga bulan sekali. Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber profesional dan dilaksanakan di berbagai medan, menyesuaikan tema dan kebutuhan lapangan.

Rangkaian pelatihan yang dijalani pun berlapis. Bersama KOPASGAT, personel mendapatkan pembekalan mental dan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan bela negara, pembacaan peta, hingga mitigasi bencana.

Dengan BASARNAS, mereka dilatih teknik evakuasi kebencanaan, penyelamatan dan pemindahan korban, serta penggunaan peralatan evakuasi. Sementara bersama PMI, pelatihan difokuskan pada Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat, bantuan hidup dasar, first response emergency, hingga penggunaan alat pertolongan pertama.

Kemampuan bertahan di kondisi ekstrem juga diasah melalui kerja sama dengan Survival Skill Indonesia (SSI), meliputi teknik vertical rescue, simulasi penyelamatan, keterampilan bertahan hidup di hutan, serta penggunaan alat-alat survival. Seluruh pembekalan ini menjadikan MAS KRISNA tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga matang dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Selain penguatan internal, Satpol PP Kota Yogyakarta mendorong MAS KRISNA aktif membangun kolaborasi lintas lembaga. Sinergi dijalin bersama BPBD, BASARNAS, PMI, dan instansi lainnya, baik dalam pendidikan, pelatihan, maupun keterlibatan langsung dalam operasi gabungan saat terjadi keadaan darurat.

Pengalaman lapangan menjadi bagian penting dari pembentukan karakter satgas ini. Agung Wijaya, salah satu personel MAS KRISNA yang bergabung sejak 2024, menuturkan bahwa timnya telah terlibat dalam berbagai penugasan di Kota Yogyakarta maupun wilayah lain di DIY.

“Beberapa penugasannya meliputi operasi pencarian dan penyisiran korban tenggelam di sungai, penanganan hewan liar, evakuasi korban tersetrum, penanganan awal kecelakaan lalu lintas termasuk pengaturan arus, hingga keterlibatan dalam penanganan bencana longsor, pohon tumbang, kebakaran, dan atap rumah roboh bersama instansi terkait,” ungkapnya saat diwawancarai Senin (9/2/2026).

Foto: Dok Warta.Jogjakota.go.id

Tak hanya itu, MAS KRISNA juga kerap membantu penanganan lansia linglung dan anak tersesat, melakukan pemetaan jalur evakuasi, pendataan potensi bencana di wilayah rawan, serta memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

Dalam banyak situasi, peran mereka berada di garis awal—mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, dan memastikan kondisi cukup aman sebelum penanganan lanjutan dilakukan instansi teknis.

Bagi warga Jogja, kehadiran MAS KRISNA merepresentasikan wajah pemerintah yang hadir lebih dekat saat risiko datang. Agung berharap satuan ini dapat menjadi contoh kesiapan Kota Yogyakarta dalam pengurangan risiko bencana, sekaligus menanamkan budaya siaga bencana di tingkat kampung.

“Dengan penguatan kapasitas, sinergi lintas lembaga, dan keterlibatan aktif di lapangan, MAS KRISNA harapannya mampu menjadi pionir keselamatan warga sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta,” pungkasnya.

sumber: warta.jogjakota.go.id