Scroll untuk baca artikel
EkonomiFavoriteWisata

Libur Lebaran, Malioboro Dipadati 286 Ribu Wisatawan

×

Libur Lebaran, Malioboro Dipadati 286 Ribu Wisatawan

Sebarkan artikel ini

Jogja tetap jadi magnet, ruang publik dijaga nyaman dan manusiawi

Libur Lebaran 2026, Malioboro dipadati 286 ribu wisatawan. Jogja siagakan layanan untuk menjaga kenyamanan pengunjung. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Langkah kaki berbaur di sepanjang pedestrian Malioboro, dari siang yang hangat hingga malam yang semakin padat. Wajah-wajah baru datang, sebagian kembali, membawa rindu yang sama pada Jogja.

Di tengah libur Lebaran, Malioboro bukan sekadar tempat singgah, ia menjadi ruang temu antara kenangan, ekonomi, dan wajah kota yang terus tumbuh.

Lonjakan Wisatawan di Jantung Jogja

Kawasan Malioboro kembali menjadi tujuan utama wisatawan selama libur Idulfitri 2026. Tercatat 286.558 orang mengunjungi kawasan ini dalam periode 18–24 Maret.

Kepadatan mulai terasa sejak 21 Maret dan terus meningkat hingga mencapai puluhan ribu pengunjung per hari.

Aktivitas paling ramai terlihat pada sore hingga malam, saat wisatawan menikmati suasana, berfoto di papan Jalan Malioboro, hingga berburu oleh-oleh di sepanjang kios.

Foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Pengalaman Wisata yang Terus Berubah

Bagi sebagian pengunjung, Malioboro bukan tempat baru. Namun, perubahan yang terjadi membuat pengalaman terasa berbeda.

“Seru. Lebih bagus yang sekarang, lebih modern (tertata),” ujar Della Alfi, wisatawan asal Bogor yang kembali datang ke Jogja.

Penataan kawasan memberi wajah baru tanpa menghilangkan karakter lama yang melekat kuat di ingatan banyak orang.

Sistem Pengelolaan dan Titik Akses

Penghitungan jumlah pengunjung dilakukan melalui lima titik akses utama, mulai dari utara Bank BPD DIY, kawasan Pasar Kembang, depan Hotel D’Jogja, hingga area Nol Kilometer dari dua sisi.

Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menyebut lonjakan pengunjung masih berpotensi meningkat.

“Keramaian pengunjung biasanya terjadi pukul lima sore hingga malam hari selama libur Lebaran ini. Kemungkinan keramaian akan mencapai puncaknya 30 Maret,” ujarnya.

Menjaga Nyaman di Tengah Kepadatan

Untuk menjaga kenyamanan, berbagai layanan disiagakan di kawasan Malioboro. Posko reaksi cepat Jogomaton hadir di lima titik, bersama layanan kebersihan dan pengaduan berbasis CCTV serta radio.

Fasilitas tambahan seperti toilet portable dan perawatan area parkir andong turut disiapkan untuk mendukung kebutuhan wisatawan.

Edukasi kawasan tanpa rokok juga terus digencarkan melalui pendekatan persuasif, menghadirkan suasana yang lebih sehat dan ramah bagi semua.

Informasi Wisata dan Ruang Istirahat

Layanan Tourist Information Service (TIS) dibuka di depan Plaza Malioboro dan Teras Malioboro 1 selama 19–28 Maret 2026.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Di titik ini, wisatawan dapat mengakses informasi, beristirahat, hingga mengisi daya perangkat.

Petugas yang berjaga berasal dari berbagai komunitas pariwisata, memperkuat kesan Jogja sebagai kota yang melayani dengan sentuhan manusiawi.

Malioboro dan Masa Depan Jogja

Lonjakan wisatawan bukan sekadar angka. Ia menjadi penanda bahwa Malioboro tetap hidup sebagai ruang publik yang dirawat bersama.

Di tengah kepadatan, Jogja berupaya menjaga keseimbangan antara daya tarik wisata dan kenyamanan warganya.

Di sinilah Malioboro terus berbicara, tentang kota yang terbuka, hangat, dan terus belajar menyambut siapa pun yang datang.(Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id