Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoritePemerintahPeristiwa

Libur Lebaran, Damkarmat Jogja Tangani 19 Kejadian

×

Libur Lebaran, Damkarmat Jogja Tangani 19 Kejadian

Sebarkan artikel ini

Dari kebakaran hingga evakuasi, layanan tetap siaga saat kota berlibur

Libur Lebaran, Damkarmat Jogja tangani 19 kejadian, mulai kebakaran hingga evakuasi. Layanan tetap siaga 24 jam. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di saat sebagian warga Jogja menikmati libur Lebaran bersama keluarga, ada ritme lain yang tetap berjalan tanpa jeda. Sirene dan panggilan darurat menjadi bagian dari hari-hari yang tak mengenal libur.

Selama periode ini, berbagai kejadian (dari kebakaran hingga evakuasi) menjadi pengingat bahwa rasa aman tetap dijaga, bahkan ketika kota melambat.

Kebakaran dan Evakuasi Warnai Libur Lebaran

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mencatat 19 kejadian yang ditangani sepanjang 18–24 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan kebakaran, sementara 16 lainnya adalah layanan non kebakaran seperti evakuasi dan penyelamatan.

Kebakaran terjadi pada dua rumah tinggal di Pakuncen dan Wirogunan yang diduga dipicu korsleting listrik, serta satu bangunan usaha di kawasan Alun-Alun Utara yang masih dalam penyelidikan.

“Rincian untuk kebakaran ada tiga kejadian. Dua kejadian berupa rumah tinggal dengan penyebab korsleting listrik, dan satu kejadian bangunan usaha yang penyebabnya masih belum diketahui,” ujar Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid.

Layanan Non Kebakaran Lebih Dominan

Di luar kebakaran, Damkarmat menangani beragam situasi yang dekat dengan keseharian warga.

Mulai dari enam penanganan ular, tiga operasi tangkap tawon, hingga evakuasi biawak, mobil terperosok, dan kunci tertinggal di dalam mobil.

Ada pula evakuasi orang yang terjebak rolling door serta tiga kejadian evakuasi cincin, layanan yang sering kali luput dari perhatian, namun penting bagi keselamatan dan kenyamanan warga.

Siaga Penuh di Tengah Libur Panjang

Selama libur Lebaran, kesiapsiagaan tetap dijaga melalui sistem piket 24 jam.

Personel yang biasanya memiliki jeda istirahat tetap diminta bersiaga apabila dibutuhkan sewaktu-waktu.

“Untuk kesiapan siagaan Damkarmat, yang utama tetap ada piket siaga 24 jam, ditambah dengan kesiagaan personel tambahan,” kata Taokhid.

Skema ini memastikan setiap laporan warga dapat ditangani tanpa menunggu waktu kerja normal kembali.

Patroli dan Keterbatasan Armada

Selain merespons kejadian, Damkarmat juga mendukung pengamanan posko Lebaran melalui patroli mobiling di berbagai titik kota.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga rasa aman di tengah mobilitas warga yang meningkat selama libur.

Di sisi lain, armada yang digunakan masih mengandalkan dua unit motor pemadam untuk menjangkau gang sempit, sekaligus mengantisipasi kebakaran kendaraan bermotor.

Menjaga Rasa Aman di Jogja

Di balik angka kejadian, ada kerja sunyi yang memastikan Jogja tetap terasa aman bagi warganya.

Kehadiran Damkarmat bukan hanya saat api membesar, tetapi juga ketika persoalan kecil muncul di ruang-ruang hidup masyarakat.

Di titik inilah kota ini dijaga, melalui kesiapsiagaan, ketenangan, dan komitmen untuk selalu hadir ketika dibutuhkan.(Oi)

Sumber: Warta.jogjakota.go.id