Scroll untuk baca artikel
NasionalEkonomiPemerintah

KKP Rekrut Awak Kapal, Peluang Kerja Terbuka

×

KKP Rekrut Awak Kapal, Peluang Kerja Terbuka

Sebarkan artikel ini

Modernisasi kapal perikanan dorong ekonomi dan SDM maritim

KKP buka rekrutmen 20 ribu awak kapal perikanan. Program ini dorong lapangan kerja dan modernisasi sektor maritim nasional.
KKP buka rekrutmen 20 ribu awak kapal perikanan. Program ini dorong lapangan kerja dan modernisasi sektor maritim nasional. foto: Dok KKP

Jakarta, Voicejogja.com Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan lapangan kerja, laut kembali membuka peluang. Program rekrutmen awak kapal perikanan dari KKP menghadirkan harapan baru, termasuk bagi generasi muda di daerah pesisir seperti Yogyakarta.

Lebih dari sekadar pekerjaan, langkah ini menjadi bagian dari arah besar membangun sektor maritim yang lebih modern dan berdaya saing.

Rekrutmen Awal Lapal Besar untuk Kapal Modern

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan rekrutmen sekitar 20.094 awak kapal perikanan untuk mendukung program modernisasi. Para tenaga ini akan ditempatkan di 1.582 kapal dengan berbagai ukuran dan teknologi.

Pendaftaran dijadwalkan berlangsung selama satu bulan melalui laman resmi KKP, terbuka bagi posisi perwira hingga anak buah kapal.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menyebut skema ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan kompetensi di setiap jenis kapal.

Peluang untuk SDM Awak Kapal Lokal dan Nasional

Rekrutmen ini menyasar beragam latar belakang, mulai dari lulusan pendidikan kelautan, tenaga profesional, hingga masyarakat lokal di kawasan pesisir.

Tenaga lokal diharapkan dapat terlibat langsung, terutama melalui penguatan Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi bagian dari ekosistem program.

Sementara itu, posisi perwira dibuka secara nasional untuk memastikan kualitas dan profesionalisme awak kapal tetap terjaga.

Pelatihan dan Sertifikasi Jadi Kunci

Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pembekalan kompetensi, mulai dari pelatihan teknis hingga sertifikasi.

Materi pelatihan mencakup keahlian nautika, teknika kapal, pengolahan hasil tangkapan, hingga keselamatan dasar di laut.

Pendekatan ini menegaskan bahwa modernisasi tidak hanya soal kapal, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Transformasi Ekonomi dari Sektor Perikanan

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menilai program ini sebagai bagian dari transformasi besar sektor perikanan Indonesia.

“Kita mau tidak mau akan bergeser pada situasi seperti itu, karena kita juga berkompetisi dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Modernisasi kapal dinilai memiliki dampak luas, mulai dari peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja, hingga pertumbuhan industri galangan kapal.

Bagi daerah seperti Yogyakarta, meski bukan wilayah pesisir utama, peluang ini tetap relevan sebagai akses kerja baru bagi warganya di sektor maritim nasional.

Menjaga Proses Tetap Aman dan Terbuka

KKP menegaskan proses rekrutmen Awak Kapal dilakukan secara profesional tanpa biaya. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan program ini.

Keterbukaan ini menjadi penting agar kesempatan kerja benar-benar dapat diakses secara adil oleh publik.

Arah Baru Ekosistem Perikanan

Program ini tidak hanya membangun kapal modern, tetapi juga merancang sistem perikanan yang lebih terintegrasi.

Mulai dari logistik, rantai dingin, hingga pengawasan, semuanya disiapkan untuk mendukung sektor yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Penutup
Dari laut, peluang itu datang kembali. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi jalan untuk ikut membangun masa depan ekonomi yang lebih kuat dan merata.(Oi)

Sumber: KKP