Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanBisnisEkonomiFavoriteLifestyleNasionalOlahraga

Ketika Ajang Lari Menjadi Strategi Wisata: POCARI SWEAT Run 2026 dan Masa Depan Sport Tourism Indonesia

×

Ketika Ajang Lari Menjadi Strategi Wisata: POCARI SWEAT Run 2026 dan Masa Depan Sport Tourism Indonesia

Sebarkan artikel ini
POCARI SWEAT Run 2026 diapresiasi Wamenpar sebagai penggerak sport tourism nasional yang berdampak pada pariwisata dan ekonomi daerah. foto: Dok Kemenpar

Jakarta, VoiceJogja.com – Olahraga tak lagi sekadar urusan garis finis. POCARI SWEAT Run 2026 dipandang sebagai contoh bagaimana sebuah event lari mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi lokal, dan citra Indonesia sebagai destinasi sport tourism yang kian diperhitungkan.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam konferensi pers POCARI SWEAT Run 2026 di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Di hadapan para pemangku kepentingan lintas sektor, Ni Luh menilai ajang ini menunjukkan wajah baru pariwisata berbasis olahraga yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Menurutnya, POCARI SWEAT Run bukan hanya menghadirkan ribuan pelari, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah. Pergerakan peserta berdampak langsung pada sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga produk kerajinan lokal yang hidup bersama denyut pariwisata.

Ajang lari tahunan ini telah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sejak pertama kali digelar pada 2014 dengan 5.150 peserta. Satu dekade kemudian, minat publik melonjak tajam. Pada penyelenggaraan tahun lalu yang digelar secara hybrid, jumlah partisipan tercatat mencapai 55.435 orang.

Tren tersebut menjadi cerminan meningkatnya kesadaran hidup sehat sekaligus daya tarik event olahraga sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Pada 2026, POCARI SWEAT Run akan digelar di dua daerah dengan karakter berbeda. Lombok, Nusa Tenggara Barat, dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 11–12 Juli 2026, disusul Bandung, Jawa Barat, pada 19–20 September 2026. Penyelenggara menargetkan sekitar 60.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Foto: Dok Kemenpar

Bagi Kementerian Pariwisata, pemilihan dua lokasi ini bukan tanpa pertimbangan. Lombok dikenal dengan kekuatan budaya dan keindahan alamnya, sementara Bandung merepresentasikan kota urban yang dinamis.

Perpaduan keduanya dinilai menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta, sekaligus mendukung promosi Lombok sebagai destinasi pariwisata prioritas dan penguatan Bandung dalam pengembangan pariwisata regeneratif kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Ni Luh juga menekankan bahwa event olahraga berskala besar memiliki dampak wisata yang nyata. Peserta umumnya tinggal setidaknya tiga hari atau lebih di lokasi penyelenggaraan. Ketika mereka berpindah dari satu kota ke kota lain, pergerakan tersebut tercatat sebagai aktivitas wisata dengan dampak ekonomi yang signifikan.

Dalam sesi diskusi, Wamenpar hadir bersama sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, CEO InJourney Maya Watono, Communications and Daya Head SMBC Indonesia Andrie Darusman, serta perwakilan POCARI SWEAT, Puspita Winawati. Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem sport tourism nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan memiliki rangkaian ajang lari berskala internasional di sejumlah kota besar. Ia mencontohkan tradisi major marathon dunia yang mendorong pelari berkeliling kota dan negara, sekaligus menghasilkan dampak ekonomi yang besar dan berkelanjutan.

Pendaftaran peserta POCARI SWEAT Run 2026 dijadwalkan dibuka pada 27 Januari 2026 untuk lokasi Lombok dan 2 Februari 2026 untuk lokasi Bandung. Bagi publik, termasuk warga Yogyakarta yang akrab dengan geliat sport tourism, ajang ini menunjukkan bahwa olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat berjalan seiring, membangun citra Indonesia dengan cara yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

sumber: Kemenpar