Gunungkidul, VoiceJogja.com – Pagi di Karangsari, Semin, terasa berbeda ketika bantuan ayam petelur dan alat mesin pertanian berpindah tangan. Bukan sekadar seremonial, langkah ini membawa harapan baru bagi keluarga petani dan peternak Gunungkidul untuk menegakkan ketahanan pangan dari desa.
Di Kalurahan Karangsari, Kapanewon Semin, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyalurkan bantuan ayam petelur Merah Putih serta alat dan mesin pertanian melalui Dinas Pertanian dan Pangan.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, sebagai ikhtiar bersama memperkuat produktivitas pertanian dan peternakan di wilayah yang menjadi penyangga pangan daerah.
Bantuan tersebut diterima oleh sejumlah kelompok masyarakat setempat. Bagi warga Semin dan sekitarnya, kehadiran ayam petelur dan alsintan bukan hanya menambah aset produksi, tetapi juga memperluas peluang pendapatan.
Di wilayah dengan karakter lahan dan cuaca yang menantang, efisiensi kerja dan kepastian hasil menjadi kunci keberlanjutan usaha tani.
Dukungan serupa juga ditegaskan dari pemerintah pusat. Dalam sambutan Ibu Siti Hediati Soeharto yang diwakili Staf Ahli Ari Karyo Wiguno, disampaikan pentingnya pemanfaatan dan perawatan alsintan (seperti traktor dan mesin pemanen) agar dampaknya benar-benar terasa pada hasil produksi dan kesejahteraan petani.
Pengembangan peternakan ayam petelur dinilai memiliki potensi ekonomi yang cepat dirasakan dan mampu memperkuat perekonomian warga.
Ari menekankan perlunya koordinasi berkelanjutan dengan pihak kalurahan untuk memastikan kebutuhan sarana prasarana tambahan dapat terpenuhi. Sinergi dan tanggung jawab bersama menjadi fondasi agar bantuan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan tumbuh menjadi pengungkit manfaat jangka panjang.
Wakil Bupati Joko Parwoto menegaskan, penguatan sektor pertanian dan peternakan merupakan jalan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang selama ini mengawal pengembangan pertanian dan perikanan sebagai penopang ekonomi daerah. Dalam kesempatan itu,
Joko juga menyinggung program prioritas Presiden terkait pemberian makanan bergizi gratis yang direncanakan diperluas sasarannya, termasuk bagi lansia dan ibu hamil, sebuah mata rantai kebijakan yang saling terhubung dengan ketersediaan pangan lokal.
Pemkab Gunungkidul turut mendorong pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai wadah penguatan ekonomi warga.
Kolaborasi pusat dan daerah diharapkan mempercepat kemandirian pangan, sekaligus memastikan nilai tambah hasil pertanian dan peternakan dinikmati lebih adil oleh masyarakat.
Kepada warga, Joko mengajak partisipasi aktif untuk mengusulkan kebutuhan bantuan secara terbuka demi pemerataan pembangunan.
Dari Karangsari, ikhtiar ini mengirim pesan bahwa ketahanan pangan Jogja dibangun dari desa—dengan amanah, kolaborasi, dan keberlanjutan sebagai pijakan bersama.
sumber: Gunungkidulkab.go.id














