Gamping, Sleman, VoiceJogja.com – Malam Ramadan di Gamping terasa lebih hidup. Usai tarawih, jalanan dipenuhi kendaraan, remaja bercengkerama, dan aktivitas warga yang meningkat hingga larut.
Di tengah suasana itu, keselamatan dan ketertiban menjadi hal yang tak boleh luput. Ramadan yang khusyuk perlu dijaga agar tetap aman bagi seluruh warga Sleman.
Mobilitas naik, Resiko Ikut Meningkat
Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, menyoroti potensi kecelakaan lalu lintas yang meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat pada malam hari selama Ramadan 1447 Hijriah.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan tarawih keliling Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Gamping di Masjid Al-Muttaqien, Perumahan Griya Arga Permai, Nogotirto, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, peningkatan aktivitas harus diimbangi kesadaran tertib berlalu lintas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berkendara, termasuk menggunakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak melebihi batas kecepatan. Peran keluarga juga dinilai penting dalam mengedukasi anggota keluarga, khususnya generasi muda, agar mengutamakan keselamatan di jalan,” tuturnya.
Ancaman Kamtibmas Lainya
Selain lalu lintas, Kapolsek Gamping juga mengingatkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.
Ia menegaskan agar warga menjauhi penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, serta tidak menyalakan petasan atau melakukan perang sarung.
“Aktivitas tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” tegas Bowo.
Pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.
Jam Rumah Anak dan Peran Keluarga
Dalam kesempatan yang sama, ia kembali mengingatkan penerapan jam rumah anak sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 45 Tahun 2020.
Aturan tersebut membatasi aktivitas anak di luar rumah pada pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB. Kebijakan ini dinilai penting untuk mencegah berbagai risiko sosial dan gangguan keamanan.
Kegiatan tarawih keliling yang dipimpin Panewu Gamping, Suyanto, dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan pesan kamtibmas.
Ramadan Aman, Sleman Nyaman
Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menjaga ruang sosial tetap kondusif.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah kapanewon, dan masyarakat menjadi kunci agar Gamping tetap aman dan nyaman.
Di tengah meningkatnya aktivitas malam, kewaspadaan kolektif menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama—agar Ramadan di Sleman berjalan khusyuk tanpa gangguan.(Oi)
Sumber: Infopublik.id














