Kulon Progo, Voicejogja.com – Roda sepeda motor kembali melintas di atas kayu-kayu yang tersusun rapi di Donomerto. Setelah sempat terputus akibat jembatan ambrol, akses penghubung Banguncipto dan Donomulyo kini kembali tersambung, menghidupkan lagi denyut mobilitas warga.
Bagi masyarakat Sentolo dan Nanggulan, jembatan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah jalur sekolah, distribusi hasil usaha, dan pengikat aktivitas harian yang sempat tersendat.
Respon Cepat Pulihkan Konektivitas
Ambrolnya jembatan penghubung Kalurahan Banguncipto dan Kalurahan Donomulyo beberapa waktu lalu membuat warga harus memutar lebih jauh. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas dan aktivitas perekonomian setempat.
DPUPKP mengambil langkah penanganan sementara dengan membangun jembatan darurat. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas antarwilayah agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Material yang digunakan berasal dari bongkaran jembatan darurat sebelumnya di Nglinggan (TPR Trisik). Pemanfaatan ulang ini menjadi solusi efektif dalam situasi mendesak sekaligus mempercepat penyediaan akses sementara.
Gotomg Royong di Tengah Keterbatasan
Proses pengerjaan melibatkan tenaga lapangan DPUPKP bersama warga. Kolaborasi ini mempercepat pembangunan sekaligus menunjukkan semangat gotong royong yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Perangkaian dilakukan dengan memasang balok utama, plat lantai jembatan, serta railing pengaman di sisi kanan dan kiri. Seluruh proses berlangsung selama dua hari hingga jembatan dinyatakan selesai dan dapat digunakan.
Saat ini, jembatan darurat Donomerto hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua. Pembatasan dilakukan demi keamanan pengguna dan mempertimbangkan daya dukung konstruksi kayu yang bersifat sementara.
Harapan Jembatan Permanen
Kembalinya akses ini memberi kelegaan bagi warga. Distribusi hasil usaha dan aktivitas harian dapat kembali berjalan, meski masih dalam batas tertentu.
Ke depan, pembangunan jembatan permanen diharapkan segera direalisasikan. Infrastruktur yang kokoh dan aman menjadi kebutuhan penting agar mobilitas serta pertumbuhan ekonomi kawasan Sentolo dan Nanggulan lebih optimal.
Di Donomerto, kayu-kayu itu mungkin bersifat sementara. Namun semangat menjaga keterhubungan dan kepentingan warga Jogja adalah fondasi yang jauh lebih kuat.(Oi)
Sumber: Kulonprogokab.go.id














