Bantul, Voicejogja.com – Pagi di Pendopo Parasamya terasa berbeda ketika ratusan jemaah haji Bantul bersiap memulai perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Di antara pelukan keluarga dan doa yang mengalir pelan, langkah ini menjadi harapan besar, bukan hanya bagi pribadi, tetapi juga bagi kampung halaman.
Keberangkatan jemaah haji Bantul tahun ini membawa makna lebih dalam, tentang ikhtiar spiritual yang diyakini akan kembali dalam bentuk kebaikan bagi daerah.
Kloter Pertama Tinggalkan Bantul
Sebanyak 354 calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 7 menjadi rombongan pertama dari Bantul yang diberangkatkan. Mereka dilepas dari Pendopo Parasamya menuju Yogyakarta International Airport sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Total jemaah haji Bantul tahun ini mencapai 1.060 orang yang terbagi dalam tiga kelompok terbang, yakni kloter 7, 8, dan 9.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Pambudi Arifin Rakhman, menyebut kloter pertama ini juga didampingi enam petugas, baik pendamping ibadah maupun tenaga kesehatan.
Menjaga Kesehatan, Menjaga Kekhusyukan
Dalam suasana yang khidmat, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih turut hadir melepas para jemaah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Semoga Bapak Ibu calon jemaah haji kloter 7 ini senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, kemampuan dalam menjalankan rukun wajib dan sunah-sunah haji, dan kembali pulang ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan hanya perjalanan jauh, tetapi juga perjalanan menjaga diri, fisik dan batin.
Doa untuk Bantul dari Tanah Suci
Ada harapan yang ikut dititipkan dalam keberangkatan ini. Bupati meminta para jemaah untuk turut mendoakan Bantul dari Tanah Suci.
Ia meyakini doa-doa yang dipanjatkan di tempat suci akan membawa kebaikan bagi daerah, menguatkan kehidupan sosial, dan menjaga harmoni masyarakat.
“Kami juga mohon berkenan bapak ibu memberikan doa kepada Kabupaten Bantul, untuk kebaikan Kabupaten Bantul,” tuturnya.
Keberangkatan Berlanjut Bertahap
Pemberangkatan jemaah haji Bantul tidak berhenti di kloter pertama. Kloter 8 dijadwalkan berangkat pada Kamis sore, sementara kloter 9 akan dilepas pada Sabtu dini hari.
Seluruh proses dipastikan berjalan lancar sesuai prosedur, sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang tengah menunaikan ibadah penting dalam hidupnya.
Menjaga Ikatan Spiritual dengan Kampung Halaman
Bagi Bantul, keberangkatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi pengingat tentang kuatnya ikatan antara spiritualitas dan kehidupan sosial.
Di setiap langkah jemaah menuju Tanah Suci, ada harapan yang ikut terbang, tentang Bantul yang tetap rukun, makmur, dan penuh keberkahan.(Oi)
Sumber: Bantulkab.go.id














