Swiss Open, Voicejogja.com – Ritme latihan kembali dimulai ketika tim bulutangkis Indonesia tiba di Basel, Swiss, menjelang Swiss Open 2026. Di arena St. Jakobshalle, para pemain langsung menata ulang energi setelah perjalanan panjang dari Inggris menuju turnamen berikutnya.
Bagi sejumlah atlet, terutama sektor ganda, menjaga kondisi fisik menjadi hal krusial. Turnamen ini menjadi lanjutan rangkaian kompetisi internasional yang menuntut stamina dan konsistensi performa.
Latihan Focus Menjaga Power
Setelah tiba pada Minggu sore waktu setempat, para pemain langsung menjalani sesi latihan pada pagi hari berikutnya.
Sebagian atlet memilih berlatih di lapangan, sementara yang lain menjalani program kebugaran di gym. Menu latihan pertama difokuskan pada menjaga kekuatan tubuh agar tetap stabil menjelang pertandingan.
Pelatih fisik pelatnas PBSI, Ahmad Jaelani, menjelaskan bahwa program latihan dirancang untuk menjaga power para pemain, terutama sektor ganda yang segera bertanding.
“Pagi ini programnya lebih fokus ke maintenance power ya karena untuk tim ganda putra dan ganda putri, besok sudah bermain. Jadi persiapan menjaga powernya di hari Selasa,” ujar Jaelani.
Program latihan tersebut dilakukan dengan intensitas ringan agar tubuh tetap siap tanpa memberikan beban berlebih.
“Load-nya juga sudah tidak banyak, hanya ada enam pos dengan repetisinya 10 yang dikalikan dua set. Setelah itu mereka melakukan kebutuhan masing-masing yang biasa dilakukan,” lanjutnya.
Sesi ini dilakukan setelah rangkaian pemanasan yang meliputi mobility, aktivasi otot, dan jogging ringan.
Turnamen Ketiga Beruntun bagi Fadia/Tiwi
Bagi pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, Swiss Open 2026 menjadi turnamen ketiga yang dijalani secara beruntun.
Sebelumnya mereka tampil di German Open dan All England, dua ajang yang juga menuntut kondisi fisik prima.
Amallia Cahaya Pratiwi menyebut latihan di gym menjadi bagian penting untuk menjaga performa setelah perjalanan panjang dari Inggris menuju Swiss.
“Latihan di gym seperti ini cukup penting buat kami karena untuk maintain power-nya apalagi kemarin sudah rest karena perjalanan dari Inggris ke sini dan besok sudah bertanding,” kata Tiwi.
Ia juga menekankan pentingnya proses pemulihan agar performa tetap stabil sepanjang rangkaian turnamen.
“Ini masuk ke turnamen ketiga secara beruntun jadi selain latihan di gym pastinya recovery-nya harus baik. Dengan dukungan dari tim recovery yang juga ada di sini itu sangat membantu untuk menjaga performa,” tambahnya.
Indonesia Turunkan 16 Wakil
Pada awalnya Indonesia merencanakan menurunkan 16 wakil di Swiss Open 2026. Namun beberapa perubahan terjadi menjelang turnamen.
Pasangan Isyana/Rinjani dipastikan mundur karena cedera. Sementara pasangan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga tidak tampil karena alasan teknis.
Dengan perubahan tersebut, berikut daftar wakil Indonesia yang akan bertanding di Basel:
Tunggal Putra
Alwi Farhan
Moh Zaki Ubaidillah
Anthony Sinisuka Ginting
Tunggal Putri
Putri Kusuma Wardani
Ganda Putra
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat
Ganda Putri
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi
Ganda Campuran
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana
Turnamen Swiss Open 2026 akan berlangsung pada 10–15 Maret di St. Jakobshalle, Basel, menjadi salah satu ajang penting dalam kalender bulutangkis dunia level BWF Super 300.
Bagi tim Indonesia, menjaga kondisi fisik dan ritme permainan menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di level internasional. (Oi)
Sumber : pbsi.id














