Jakarta, Voicejogja.com – Di tengah derasnya arus informasi yang datang tanpa henti dari media sosial, warga semakin dihadapkan pada pilihan yang tidak sederhana: cepat atau benar. Dalam situasi ini, kualitas informasi menjadi hal yang semakin terasa penting bagi kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat, termasuk di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar, kemampuan memilah informasi bukan sekadar kebutuhan, tetapi bagian dari menjaga ruang publik tetap sehat dan terpercaya.
Di Tengah Arus Cepat, Akurasi Diuji
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi menuntut peningkatan kualitas pers nasional.
Hal itu disampaikannya dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 yang berlangsung dalam suasana car free day di Jakarta.
Menurutnya, masyarakat kini berada dalam dilema antara menikmati kecepatan informasi di media sosial dan kebutuhan akan berita yang akurat serta dapat dipercaya.
“Sekarang ini kebutuhan akan informasi yang berkualitas semakin dirasakan. Ada pergeseran antara kenikmatan mengakses media sosial dan kesadaran mencari berita yang benar,” ujarnya.
Dewan Pers: Peran Publik Tak Bisa Diabaikan
Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia dinilai menjadi pengingat bahwa kualitas informasi bukan hanya tanggung jawab media.
Komaruddin menekankan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting sebagai konsumen informasi. Pilihan terhadap sumber yang terpercaya akan menentukan sehat tidaknya ekosistem informasi.
“Kita perlu bersama-sama meningkatkan kualitas pers di Indonesia. Ini bukan hanya tugas media, tetapi juga tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Bagi Jogja, yang tumbuh dengan tradisi intelektual dan ruang diskusi terbuka, kesadaran ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas percakapan publik.
Dewan Pers: Kebebasan dan Tanggung Jawab Berjalan Bersama
Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Akurasi, etika, dan integritas menjadi kunci agar media tetap dipercaya publik.
Di tengah lanskap digital yang terus berubah, peran pers sebagai penyedia informasi kredibel semakin relevan, terutama dalam menjaga kepentingan publik dan demokrasi.
Dewan Pers Menilai Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa di balik kebebasan berekspresi, ada tanggung jawab besar untuk memastikan informasi yang beredar benar-benar memberi manfaat.
Dewan Pers: Menjaga Ruang Publik Tetap Sehat
Bagi Yogyakarta, isu ini bukan sekadar wacana nasional.
Sebagai kota dengan dinamika pelajar, komunitas, dan pelaku kreatif, kualitas informasi akan sangat menentukan arah diskursus publik, dari ruang kampus hingga percakapan sehari-hari warga.
Ketika informasi yang beredar dapat dipercaya, kepercayaan sosial ikut terjaga. Dan dari situlah, masa depan kota yang inklusif dan berpengetahuan dapat terus dirawat.
Penutup
Di tengah kebisingan informasi, memilih yang benar menjadi sikap yang semakin bermakna. Jogja, dengan tradisi literasi dan nalar kritisnya, memiliki peran penting untuk tetap menjaga arah itu.(Oi)
Sumber: infopublik.id














