Scroll untuk baca artikel
WisataFavoritePemerintah

Influencer Thailand Jelajah Kulon Progo, Wisata Makin Mendunia

×

Influencer Thailand Jelajah Kulon Progo, Wisata Makin Mendunia

Sebarkan artikel ini

Dari jamu tradisional hingga sungai jernih, Kulon Progo menembus pasar digital Asia Tenggara

Influencer Thailand jelajahi Kulon Progo lewat famtrip AirAsia, dorong promosi wisata Jogja ke pasar internasional berbasis pengalaman autentik. Foto: Dok Kulonprogokab.go.id

Kulon Progo, Voicejogja.com – Di sudut-sudut tenang Kulon Progo, delapan influencer asal Thailand berjalan pelan, mencicipi jamu, menyusuri desa, hingga merekam setiap detail pengalaman yang tak mereka temukan di tempat lain. Bagi warga, ini bukan sekadar kunjungan, melainkan cara baru memperkenalkan wajah Jogja ke dunia.

Lewat famtrip yang digagas AirAsia bersama KOL Thailand, promosi pariwisata Kulon Progo bergerak lebih dekat ke ruang digital global, menyasar langsung calon wisatawan melalui cerita yang terasa personal dan autentik.

Wisata Desa Jadi Pintu Masuk Dunia

Perjalanan dimulai dari Desa Wisata Sidorejo, Lendah. Di sini, para influencer tidak hanya berkunjung, tetapi ikut merasakan ritme hidup warga, dari minum jamu hingga mengenal sistem penanggalan Jawa atau wuku.

Pengalaman ini menjadi pintu masuk yang kuat bagi wisata berbasis budaya dan wellness tourism, dua tren yang kini semakin dicari wisatawan mancanegara.

Kulon Progo tampil bukan sebagai destinasi instan, tetapi sebagai ruang hidup yang menawarkan ketenangan, nilai, dan kedalaman pengalaman.

Alam, Spiritualitas, dan Cerita yang Mengalir

Perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Jatimulyo, tepatnya di Wihara Giriloka. Di tengah suasana hening, para peserta mengenal kehidupan umat Buddha yang menyatu dengan alam.

Tak jauh dari sana, Taman Sungai Mudal menghadirkan lanskap air jernih dan udara segar yang memberi kesan mendalam. Tempat ini bukan hanya indah, tetapi juga memiliki fungsi spiritual bagi sebagian umat.

Pengalaman ini memperkaya narasi Jogja sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna.

Kuliner Lokal dan Jejak Warisan Dunia

Di kawasan Pronosutan, rombongan menikmati hidangan khas Kulon Progo di Mahaloka. Suasana pedesaan yang asri dan cita rasa tradisional menjadi bagian penting dari perjalanan, menghadirkan kedekatan dengan budaya lokal.

Perjalanan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Candi Borobudur, melengkapi pengalaman wisata yang menghubungkan desa, alam, hingga warisan dunia.

Salah satu peserta, Khemmanij Aemsuk, mengungkapkan kesannya.

“Saya merasa sangat senang. Destinasinya bersih, nyaman, dan menarik. Pengalaman wellness, budaya, dan alam di sini sangat berbeda,” ujarnya.

Strategi Baru Promosi Pariwisata Kulon Progo

Langkah ini menandai pergeseran cara promosi pariwisata, dari pendekatan konvensional menuju distribusi cerita melalui media sosial.

Eksposur dari para influencer diharapkan mampu memperluas jangkauan Kulon Progo di pasar Thailand, sekaligus memperkuat posisi Jogja sebagai destinasi yang relevan dengan tren global.

Bagi Jogja, ini bukan hanya soal kunjungan wisata, tetapi tentang bagaimana nilai lokal diterjemahkan menjadi cerita yang bisa dipahami dan dirasakan dunia (Oi)

Sumber: kulonprogokan.go.id