Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoritePeristiwa

Ifthar Bahagia TDA Jogja, Santri Penghafal Al-Qur’an Berbuka

×

Ifthar Bahagia TDA Jogja, Santri Penghafal Al-Qur’an Berbuka

Sebarkan artikel ini

Komunitas pengusaha di Yogyakarta berbagi Ramadan bersama santri yatim di Omah Ngaji Jogja.

Komunitas TDA Jogja menggelar Ifthar Bahagia di Omah Ngaji Jogja bersama santri yatim penghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini menghidupkan semangat berbagi Ramadan. foto: Istimewa

Yogyakarta, Voicejogja.com – Sore Ramadan di Omah Ngaji Jogja terasa berbeda. Puluhan santri penghafal Al-Qur’an duduk bersama para pengusaha muda, menunggu waktu berbuka dalam suasana hangat yang sederhana.

Melalui kegiatan Ifthar Bahagia, komunitas Tangan Di Atas (TDA) Jogja menghadirkan ruang kebersamaan bagi santri yatim penghafal Al-Qur’an. Bagi banyak warga, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa semangat berbagi tetap hidup di tengah dinamika kota Yogyakarta.

Ramadan dan Ruang Berbagi Komunitas

Kegiatan Ifthar Bahagia digelar di LKSA Omah Ngaji Jogja, Jalan Wonosari, Bantul, pada Minggu, 15 Maret 2026.

Acara ini menjadi kesempatan bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an untuk berbuka puasa bersama komunitas pengusaha yang tergabung dalam TDA Jogja.

Foto: Istimewa

Ketua TDA Jogja Achmad Sirojuddin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda sosial yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan.

“TDA rutin mengadakan agenda tahunan ini. Sejak 2023 dan 2024 kami adakan di Panti Difabel Mukti Insani, tahun 2025 di Yayasan Rumah Bayi Indonesia, dan tahun ini kami bersyukur bisa melaksanakannya di Omah Ngaji Jogja,” ujarnya.

Menjaga Spirit “Tangan di Atas”

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dikenal sebagai jaringan pengusaha yang mendorong semangat kewirausahaan sekaligus kepedulian sosial.

Di Yogyakarta, komunitas ini memiliki anggota lebih dari 900 orang. Dalam kegiatan berbuka bersama tersebut, sekitar 40 anggota hadir untuk mendampingi para santri.

Achmad menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi cara untuk menjaga makna dari nama komunitas tersebut.

“Ramadan adalah momen tepat untuk berbagi. TDA punya spirit berbagi, baik itu berbagi ilmu maupun berbagi kebahagiaan seperti sore hari ini. Ini adalah wasilah kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membahagiakan anak yatim,” katanya.

Usaha, Doa, dan “Jalur Langit”

Bagi para pelaku usaha, Ramadan juga menjadi waktu untuk menata kembali niat dan arah perjalanan bisnis.

Achmad mengingatkan anggota TDA Jogja bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bertumpu pada strategi bisnis semata.

“Usaha mungkin sedang naik-turun, tapi jangan sampai hilang semangat berbaginya. Kita lengkapi ikhtiar kita dengan doa dan menyempurnakannya melalui jalur langit, salah satunya dengan membahagiakan sesama,” ungkapnya.

Pesan ini menjadi refleksi bagi komunitas pengusaha agar pertumbuhan usaha tetap berjalan seiring dengan kepedulian sosial.

Foto: Istimewa

Kebersamaan Ramadan di Omah Ngaji Jogja

Acara dimulai sejak pukul 15.30 WIB dengan suasana sederhana dan khidmat. Para peserta mengenakan pakaian berwarna putih yang menciptakan nuansa kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Selain berbuka puasa bersama, para anggota komunitas juga berinteraksi langsung dengan para santri, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Maghrib berjamaah, menandai akhir dari sore Ramadan yang penuh kebersamaan di Omah Ngaji Jogja.

Menjaga Nilai Kebersamaan di Kota Jogja

Di tengah ritme kehidupan kota yang terus bergerak, kegiatan seperti Ifthar Bahagia TDA Jogja menjadi pengingat bahwa ruang kebersamaan masih tumbuh dari inisiatif komunitas.

Bagi Yogyakarta, semangat berbagi antara pelaku usaha dan para santri bukan hanya kegiatan sosial sesaat, tetapi bagian dari nilai kebersamaan yang menjaga wajah kota tetap hangat dan manusiawi.(Oi)