Kulon Progo, Voicejogja.com – Suasana sekolah di Kulon Progo setiap awal Mei selalu terasa berbeda. Di balik upacara dan seragam rapi, ada ingatan tentang perjuangan panjang menghadirkan pendidikan yang adil bagi semua.
Hardiknas 2026 kembali mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya urusan ruang kelas, tetapi masa depan bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, hingga lingkungan sekitar.
Warisan Nilai dari Jogja
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei, bertepatan dengan kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh asal Yogyakarta yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan.
Ia dikenal melepaskan gelar kebangsawanan demi membuka akses belajar bagi kaum pribumi yang saat itu terbatas.
Atas jasa tersebut, pemerintah menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Keppres RI Nomor 316 Tahun 1959.
Partisipasi Semesta Jadi Kunci
Tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Tema ini menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan berbagai sektor menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan bahwa keterlibatan luas ini menjadi fondasi untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan literasi di seluruh wilayah.
Nilai yang Tetap Relevan
Pesan Ki Hadjar Dewantara masih terasa dekat hingga kini. Tiga semboyannya (Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani) menjadi pedoman dalam membangun ekosistem pendidikan.
Nilai tersebut tidak hanya relevan di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di era digital, tantangan pendidikan semakin kompleks. Namun, semangat untuk saling mendukung dan memberi teladan tetap menjadi kunci.
Makna Hardiknas bagi Kulon Progo Hari Ini
Bagi Kulon Progo, Hardiknas bukan sekadar peringatan, tetapi bagian dari identitas kota. Dari kampus, komunitas literasi, hingga ruang-ruang belajar informal, semangat pendidikan terus tumbuh.
Partisipasi semesta yang diangkat tahun ini sejalan dengan karakter Kulon Progo yang hidup dari gotong royong dan kolaborasi.
Ketika pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, peluang untuk menghadirkan kualitas yang merata menjadi semakin terbuka.
Penutup
Hardiknas 2026 mengajak kembali melihat pendidikan sebagai perjalanan bersama. Dari Jogja, nilai-nilai yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara terus mengalir, menjadi pijakan untuk masa depan yang lebih berpengetahuan dan berkeadilan.(Oi)
Sumber: Kulonprogokab.go.id














